Nafs Bukan Jiwa
Siapa “Aku” yang Sebenarnya Menjalani dan Mempertanggungjawabkan Hidup?
Menelusuri Diri Personal-Ruhaniah, Jasad, Rūḥ, Qalb, KASB, Pembentukan Diri, Kematian, dan Kebangkitan dalam Al-Qur’an
Siapa “Aku” yang Sebenarnya Menjalani dan Mempertanggungjawabkan Hidup?
Menelusuri Diri Personal-Ruhaniah, Jasad, Rūḥ, Qalb, KASB, Pembentukan Diri, Kematian, dan Kebangkitan dalam Al-Qur’an
NAFS dalam Al-Qur’an paling kuat berarti SELF—diri itu sendiri, bukan “jiwa” sebagai benda immaterial yang tinggal di dalam tubuh dan bukan pula “nafsu” sebagai dorongan rendah. Pada manusia, NAFS paling koheren dipahami sebagai DIRI PERSONAL-RUHANIAH: “aku” yang membawa identitas, pengalaman, pilihan, KASB, pembentukan, dan pertanggungjawaban.
NAFS tidak identik dengan JASAD, tetapi dalam kehidupan dunia keduanya terintegrasi erat. NAFS juga tidak identik dengan RŪḤ, QALB, ṢADR, FUʾĀD, ʿAQL, HAWĀ, atau capability. Semua itu berada pada medan fungsi yang berbeda dalam kehidupan satu SELF.
Karena itu, pertanyaan pentingnya bukan “apa yang ada di dalam NAFS?”, melainkan siapa yang memiliki pengalaman, pilihan, tindakan, pembentukan, dan akibat hidup itu? Jawaban kajian ini: NAFS adalah diri yang menjalani semuanya.
NAFS bukan “jiwa” sebagai benda immaterial yang bersemayam di dalam tubuh, bukan pula “nafsu” sebagai dorongan rendah. Pada semantic floor, NAFS adalah SELF—diri itu sendiri. Pada manusia, NAFS paling koheren dipahami sebagai DIRI PERSONAL-RUHANIAH: “aku” yang membawa identitas, interiority, pengalaman, KASB, pembentukan dan accountability; terintegrasi dengan JASAD selama embodied earthly life tetapi tidak identik dengannya, dan berbeda kategori dari RŪḤ. QALB, ṢADR, FUʾĀD, ʿAQL-process, HAWĀ, capability dan proses-proses lain bukan bahan pembuat NAFS; mereka bekerja sebagai functional resolutions dalam kehidupan diri. Output dari interaction mereka dengan realitas—ketika diadopsi, dijalani, diwujudkan sebagai response/KASB, menerima consequence dan dipelajari—dapat terakumulasi serta terkonsolidasi menjadi formation dari NAFS yang sama. Karena itu manusia tidak hanya menghasilkan sesuatu melalui hidupnya; cara ia menjalani hidup juga menghasilkan “diri seperti apa” yang akhirnya ia bawa.
Tulisan ini menggunakan tiga tingkat bahasa. Pertama, semantic/lexical floor yang ditopang oleh morphology, grammar dan distribusi korpus Al-Qur’an. Kedua, structural inference yang dibangun dari hubungan antarayat, predicate, narrative dan falsification controls. Ketiga, synthesis Pantulan Cermin yang memakai bahasa seperti architecture, functional resolution, personal-ruhaniah domain, cumulative formation, Qadr/Qada dan feedback loop sebagai model penjelas. Ketiganya sengaja tidak dicampur agar pembaca dapat membedakan apa yang benar-benar dikatakan teks dari cara kajian ini menyusun hubungan di antara bukti-bukti tersebut.
Kata NAFS begitu sering diterjemahkan sebagai “jiwa” sehingga bagi banyak pembaca pertanyaannya terasa telah selesai bahkan sebelum ayat-ayat Al-Qur’an dikumpulkan. Di ruang lain, NAFS disamakan dengan “nafsu”, seolah setiap kemunculannya selalu menunjuk dorongan rendah yang harus dilawan. Kajian ini berangkat dari kegelisahan terhadap kedua penyederhanaan tersebut. Audit korpus akar N-F-S — ن-ف-س menunjukkan 298 kemunculan keluarga akar, dengan 295 di antaranya berupa noun NAFS yang tersebar pada 62 surah. Penggunaannya sangat beragam: NAFS dapat menjadi self-reference, menunjuk person yang dapat dibunuh, mempunyai interiority, menerima consequence, melakukan atau membawa KASB, berada dalam keadaan ammārah, lawwāmah atau muṭmaʾinnah, di-tawaffā ketika tidur maupun ketika mawt, digunakan secara reciprocal dalam ruang sosial, dan bahkan muncul dalam divine self-reference. Keragaman ini membuat “jiwa” sebagai satu substansi immaterial manusia dan “nafsu” sebagai desire tidak cukup menjadi semantic floor universal.
Putusan pertama kajian ini sederhana tetapi menentukan: NAFS pada level semantic floor paling kuat berarti SELF—diri itu sendiri. Pada manusia, hasil lintas-ayat membawa pembacaan ini lebih jauh: NAFS adalah diri personal-ruhaniah, “aku” yang membawa identitas personal, mengalami realitas, mempunyai interiority, menggunakan capability, merespons, melakukan ʿamal dan KASB, menerima consequence, mengalami pembentukan, dan menjadi referent accountability. Istilah personal-ruhaniah tidak dimaksudkan sebagai sinonim RŪḤ. RŪḤ tetap merupakan kategori Qur’ani yang berbeda. Ia juga tidak dimaksudkan untuk memutus NAFS dari tubuh. Dalam kehidupan dunia, NAFS terintegrasi erat dengan JASAD sebagai satu embodied human existence, tetapi keduanya tidak identik dan berada pada domain operasi yang berbeda: JASAD pada domain fisik-jasmaniah, NAFS pada domain personal-ruhaniah.
Kajian ini juga menolak gambaran manusia sebagai kumpulan kotak internal dengan NAFS sebagai salah satu kotaknya. ṢADR, FUʾĀD, QALB, proses ʿAQL, HAWĀ, SHAHWAH, SHUḤḤ, WASWASAH, TASWĪL, sensory-embodied systems, memory-access, dan capability berada pada kategori dan resolusi fungsi yang berbeda. Mereka bukan bahan ontologis yang dijumlahkan untuk menghasilkan NAFS. Namun secara analogis mereka dapat dipahami sebagai functional organs/resolutions bagi kehidupan SELF: hasil kerja dan interaksi seluruh architecture itu dengan realitas dapat menghasilkan pengalaman, pemahaman, inclination, orientation, response, KASB dan feedback. Sebagian dari hasil itu—terutama yang diadopsi, dijalani, diulang, diwujudkan menjadi KASB, dan terintegrasi melalui consequence serta pembelajaran—dapat terakumulasi dan terkonsolidasi menjadi configuration dari NAFS yang sama.
Dengan demikian NAFS adalah continuity-bearing sekaligus formation-bearing SELF. Identity personal tetap kontinu, tetapi “diri seperti apa” yang terbentuk dapat berubah sangat jauh. Ammārah, lawwāmah dan muṭmaʾinnah karena itu tidak dipahami sebagai tiga jiwa yang berbeda atau tiga tingkat wajib yang dilalui secara linear. FUJŪR dibaca dalam kerangka Pantulan Cermin sebagai emergence dari sesuatu yang latent menjadi manifest/readable; TAQWĀ sebagai orientation, readiness dan guarding/control; ZAKKĀHĀ sebagai pertumbuhan, pengembangan dan rectification terhadap SELF; DASSĀHĀ sebagai burial/suppression terhadap trajectory pertumbuhan tersebut. KASB menjadi bridge penting: tindakan adalah output dari SELF, tetapi tindakan yang dimiliki dapat kembali memberi formative feedback kepada SELF yang akan menghadapi realitas berikutnya.
Accountability juga tidak diperlakukan sebagai saklar tunggal yang menyala penuh hanya karena SELF sudah ada. Al-Qur’an berulang kali menghubungkan taklīf dengan WUSʿ, memperlihatkan threshold seperti ḥulum dan rushd, menunjukkan perubahan cognitive state, serta mengaitkan punitive adjudication dengan availability of warning/reference. Karena itu existence, identity, potential, actualized capability, effective capacity, agency dan active accountability harus dibedakan. SELF dapat tetap menjadi SELF yang sama ketika tidur, ketika capability menurun, ketika memory-access berubah, dan ketika embodied operation berhenti pada mawt. QS 39:42 menjadi control penting: TAWAFFĪ tidak identik dengan MAWT. Continuity personal tidak bergantung pada continuous waking consciousness, exact bodily configuration, atau continuous accessible memory.
Pada ruang sosial, plural ANFUS dapat bekerja secara reciprocal—“diri kalian” dapat menunjuk sesama anggota relational field—tanpa membentuk satu collective metaphysical NAFS. Pada ruang commitment, NAFS dapat menjadi the self at stake. Pairing AMWĀL–ANFUS kemudian membuka horizon lain: Al-Qur’an berulang kali memasangkan resource domain dengan self domain—“what you have” dengan “who you are”. Kajian ini menyimpulkan bahwa AMWĀL dapat menjadi external/resource result dari trajectory kehidupan, sementara perkembangan NAFS merupakan self-development result. Hubungan keduanya tidak berhenti pada dua output paralel: cara resource diperoleh, dialokasikan dan dilepaskan dapat menjadi action/KASB baru yang kembali membentuk SELF.
Tulisan ini menyusun seluruh temuan tersebut sebagai satu argumentasi yang dapat dibaca orang awam sekaligus diuji pembaca akademik. Ia membedakan secara konsisten tiga tingkat klaim: apa yang ditopang secara lexical-corpus, apa yang merupakan structural inference, dan apa yang merupakan synthesis Pantulan Cermin. Kesimpulan akhirnya tidak menjadikan NAFS suatu misteri abstrak yang hanya dapat disebut “diri”, tetapi juga tidak mengisi ruang yang tidak dijelaskan Al-Qur’an dengan spekulasi metafisik. NAFS adalah diri personal-ruhaniah manusia—diri yang terintegrasi dengan jasad dalam kehidupan dunia, tetapi tidak identik dengan jasad; diri yang menggunakan dan mengalami seluruh architecture manusia; diri yang tetap menjadi pemilik trajectory, sementara hasil-hasil perjalanan hidupnya dapat terakumulasi, terkonsolidasi dan terintegrasi menjadi bagaimana dirinya terbentuk.
Jakarta, 16 September 2026
Deni Setiawan
Ada kata-kata yang menjadi sulit justru karena terasa terlalu familiar. NAFS adalah salah satunya. Kita mendengar “hawa nafsu”, “menahan nafsu”, “jiwa yang tenang”, “membersihkan jiwa”, lalu tanpa sadar membawa seluruh asosiasi itu ke setiap ayat yang memuat نَفْس. Akibatnya, sebelum Al-Qur’an selesai berbicara, terjemahan kita sudah lebih dahulu menentukan apa yang boleh dimaksud teks.
Masalah pertama muncul ketika NAFS diperlakukan sebagai “nafsu”. QS 79:40 justru menempatkan al-nafs sebagai sesuatu yang dapat ditahan ʿan al-hawā—dari HAWĀ. Kalau NAFS dan HAWĀ adalah hal yang sama, konstruksi ini menjadi kabur. Masalah kedua muncul ketika NAFS dijadikan “jiwa immaterial manusia”. QS 5:116 memakai nafsī pada ʿĪsā dan nafsika dalam reference kepada Allah. Apabila semantic floor NAFS adalah human immaterial soul, divine self-reference itu tidak dapat dijelaskan tanpa antropomorfisme. Masalah ketiga muncul ketika NAFS dipersempit menjadi psyche: Al-Qur’an dapat berbicara tentang membunuh satu nafs, setiap nafs merasakan mawt, satu nafs tidak menanggung beban nafs lain, serta ANFUS yang dipasangkan dengan AMWĀL.
Karena itu kajian ini tidak dimulai dengan bertanya, “jiwa itu apa?” atau “bagaimana mengendalikan nafsu?”, melainkan dengan pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana Al-Qur’an sendiri memperlakukan NAFS? Apa yang dapat dilakukan olehnya? Apa yang dapat terjadi padanya? Apa yang dapat berada di dalamnya? Apa yang tetap ketika tubuh, kesadaran, capability dan state berubah? Dan jika semua ini dikumpulkan tanpa memilih ayat favorit, definisi apa yang paling sedikit menghasilkan kontradiksi?
Pertanyaan tersebut membawa pada sebuah perubahan besar. NAFS ternyata bukan terutama nama bagi satu isi di dalam manusia. Ia menunjuk kepada orang yang seluruh isi, keadaan, pilihan dan akibat itu sedang menjadi miliknya. NAFS bukan sekadar “sesuatu di dalam aku”; NAFS adalah “aku”—meski pada manusia, “aku” itu memiliki dimensi personal-ruhaniah yang tidak dapat direduksi menjadi tubuh dan tidak pula identik dengan RŪḤ.
Pertanyaan yang menentukan bukan “apa yang ada di dalam NAFS?”, melainkan “siapa yang memiliki seluruh isi, pilihan, pembentukan dan consequence itu?”
Audit korpus menjadi penting karena definisi populer biasanya lahir dari sekelompok ayat yang sangat kecil. Keluarga akar N-F-S — ن-ف-س muncul 298 kali; 295 occurrence berupa noun NAFS dan tersebar pada 62 surah. Bentuk plural bahkan sedikit lebih banyak daripada singular, dan sebagian besar occurrence terkait dengan pronominal self-reference: nafsī, nafsika, nafsahu, anfusakum, anfusahum, dan bentuk serupa. Fakta ini tidak sendirian membuktikan arti SELF, tetapi ia memberi tekanan besar kepada setiap definisi yang hanya mampu menjelaskan “jiwa batin” atau “desire”.
Bagi pembaca yang ingin memeriksa fondasi datanya lebih jauh, struktur korpusnya sendiri memberi beberapa petunjuk penting. Dari 295 noun NAFS, sekitar 216 occurrence (73,2%) terikat secara pronominal—nafsī, nafsika, nafsahu, anfusakum, anfusahum dan bentuk sejenis—sehingga self-reference bukan gejala pinggiran. Sebanyak 110 occurrence berada dalam direct prepositional relation (antara lain li-, fī, ʿalā, min, ʿan dan bi-), yang memperlihatkan bahwa NAFS dapat menjadi beneficiary, locus interiority, locus consequence, source/origin, boundary dan object association. Bentuk plural juga bukan peripheral: ANFUS mendominasi plural, sedangkan NUFŪS hanya muncul sangat terbatas. Tiga occurrence lain dalam keluarga akar N-F-S — ن-ف-س bukan noun NAFS—tanaffasa, yatanāfasi dan mutanāfisūn—sehingga sejarah akar tidak boleh dipakai secara serampangan untuk menyimpulkan bahwa NAFS secara lexical berarti “napas”.
Korpus kemudian memberikan serangkaian hard controls. Ada divine self-reference; ada NAFS sebagai person/life yang dapat dibunuh; ada reflexive usage ketika seseorang melakukan sesuatu kepada nafs-nya; ada interiority language seperti mā fī anfusikum; ada NAFS yang menerima KASB dan consequence; ada NAFS yang mempunyai WUSʿ; ada state descriptors ammārah, lawwāmah dan muṭmaʾinnah; ada NAFS dalam mawt dan tawaffī; ada reciprocal ANFUS; dan ada pairing AMWĀL–ANFUS. Definisi yang baik harus bertahan terhadap semua medan itu sekaligus.
Hard control terkuat justru datang dari QS 5:116. Dalam dialog ʿĪsā dengan Allah, muncul konstruksi ‘Engkau mengetahui apa yang ada dalam nafs-ku dan aku tidak mengetahui apa yang ada dalam nafs-Mu’. Ayat ini bukan izin untuk membayangkan Allah memiliki psyche atau soul manusia. Justru ia memaksa kita mencari semantic floor yang lebih fundamental. SELF/self-reference lolos. Human soul sebagai definisi universal tidak.
Hard control berikutnya adalah full-person usage. Ketika Al-Qur’an berbicara tentang qatala nafsan—membunuh satu nafs—object-nya adalah person/living self, bukan hanya sebuah bagian batin. Demikian pula konstruksi kullu nafs, ‘setiap nafs’, berulang kali dihubungkan dengan kasb, jazāʾ, mawt dan accountability. Ini membuat NAFS sangat natural dibaca sebagai individuated personal referent: satu diri tidak dapat digantikan oleh diri lain dalam pemilikan tindakan dan consequence.
Namun SELF tidak berarti bahwa NAFS tidak mempunyai interiority. Konstruksi fī nafs/fī anfus menunjukkan bahwa sesuatu dapat tersembunyi, dipikirkan, dirasakan atau disimpan ‘di dalam diri’. Bahasa ini tidak mengharuskan NAFS menjadi container ontologis. Dalam bahasa sehari-hari kita pun mengatakan ‘di dalam diriku ada keraguan’ tanpa membayangkan diri sebagai kotak fisik. Interiority adalah property dari self, bukan alasan untuk mengubah self menjadi organ.
Di ruang sosial, plural ANFUS memberi ujian lain. QS 49:11, misalnya, memakai lā talmizū anfusakum dalam konteks sosial. QS 4:29 memakai lā taqtulū anfusakum. Secara konteks, ‘diri kalian’ dapat bekerja sebagai one-another reference di dalam relational field. Ini tidak menghapus individual identity dan tidak membentuk collective metaphysical soul. Ia menunjukkan bahwa self-reference Qur’ani dapat diperluas secara reciprocal kepada sesama yang berada di dalam ‘kalian’ sebagai komunitas.
Setelah seluruh tekanan ini ditumpuk, pilihan semantic floor menjadi semakin sempit. ‘Nafsu’ gagal karena NAFS dapat dibedakan dari HAWĀ. Psyche gagal karena divine self-reference dan whole-person usage. Tubuh gagal karena sleep/tawaffī dan divine reference. RŪḤ gagal karena korpus RŪḤ dan NAFS memiliki distribusi, predicate dan architecture yang berbeda. Field/subsystem gagal karena NAFS terlalu luas sebagai person, reflexive self, owner of action-history dan accountable referent. Yang paling stabil adalah SELF—DIRI ITU SENDIRI. Posisi NAFS sebagai DIRI yang tetap membawa kesinambungan identitas melalui kehidupan, kematian, Barzakh, kebangkitan, dan kembali kepada Allah dibahas lebih lanjut dalam 5 Fase Perjalanan Manusia.
وَلَا تَنْهَ عَنِ الْهَوَىٰ ... النَّفْسَ
“menahan NAFS dari HAWĀ”
QS An-Nāziʿāt 79:40 — petikan struktur NAFS dan HAWĀ
Kesimpulan Semantik: NAFS bukan nama untuk dorongan yang kita miliki. NAFS adalah DIRI yang dapat memiliki, mengalami, mengikuti, menolak atau mengendalikan dorongan tersebut.
Catatan Leksikal: keluarga akar N-F-S — ن-ف-س mempunyai jejak semantic yang berkaitan dengan breath/release/expansion, tetapi noun NAFS telah bekerja sebagai SELF/self-reference dalam korpus. Root history, lexicalized noun, dan human structural realization harus dipisahkan; kemiripan akar tidak mengizinkan kita mengubah NAFS menjadi “napas” sebagai arti universal.
Menyatakan NAFS sebagai SELF menyelesaikan masalah lexical, tetapi belum menjawab pertanyaan ontologis pembaca: kalau NAFS adalah ‘aku’, aku yang bagaimana? Apakah ia tubuh? Apakah ia RŪḤ? Apakah ia gabungan QALB, akal, HAWĀ dan seluruh isi batin? Di sinilah semantic floor harus dibedakan dari human ontology. Pada level universal, NAFS = SELF. Pada manusia, seluruh evidence yang kita kumpulkan paling koheren disusun dengan formula: NAFS adalah diri personal-ruhaniah manusia.
Istilah personal-ruhaniah digunakan dengan dua firewall. Pertama, ‘ruhaniah’ bukan sinonim dari RŪḤ. RŪḤ adalah diksi Qur’ani tersendiri; penelitian ini tidak meleburkannya ke dalam NAFS. Kedua, ‘ruhaniah’ bukan klaim tentang satu material metafisik tertentu yang telah diketahui science atau teks. Ia adalah cara untuk menandai bahwa personal identity, interiority, owned response, KASB, formation dan accountability tidak cukup direduksi menjadi current bodily configuration. NAFS adalah ‘aku’ pada domain personal, sementara JASAD adalah embodied-physical dimension yang membuat kehidupan dunia berlangsung melalui ruang, indera, gerak dan fisiologi.
Karena itu model yang paling aman bukan dualisme dua makhluk yang berdiri sendiri, tetapi satu integrated human existence dengan operational domains berbeda. Dalam kehidupan dunia, NAFS dan JASAD terintegrasi erat. Tubuh memengaruhi pengalaman diri; sakit, kelelahan, usia dan kondisi kimia dapat mengubah accessible capability. Sebaliknya orientation, decision dan response SELF diwujudkan melalui action tubuh. Yang ditolak adalah identitas: NAFS bukan JASAD, tetapi NAFS duniawi juga tidak hidup seolah tidak membutuhkan embodied platform.
Perbedaan dengan RŪḤ perlu dipertahankan lebih tegas. Pada korpus NAFS kita menemukan KASB, tawaffī, mawt, personal accountability, direct consequence dan reciprocal self-reference. Pada korpus RŪḤ, medan yang menonjol berada di sekitar nafkh, amr, wahy, nuzūl, taʾyīd, Rūḥ al-Qudus, Rūḥ al-Amīn dan communication architecture. Dalam synthesis Pantulan Cermin, RŪḤ lebih dekat kepada meaning-capability/communication architecture. NAFS adalah personal SELF yang mengalami, menggunakan dan dibentuk melalui keseluruhan architecture itu. Karena itu kalimat ‘RŪḤ adalah aku yang keluar dari tubuh’ tidak memperoleh dukungan korpus yang cukup dari penelitian ini.
Bagaimana dengan QALB, ṢADR dan FUʾĀD? Kesalahan lama yang mudah muncul adalah membuat lima kotak sejajar: NAFS, ṢADR, FUʾĀD, QALB dan TAQWĀ. Padahal kategorinya berbeda. Al-Qur’an secara eksplisit menempatkan qulub fī al-ṣudūr, tetapi tidak memberikan diagram anatomi ṢADR → FUʾĀD → QALB → NAFS. Dalam structural model, ṢADR berguna untuk membaca exposure/containment field; FUʾĀD untuk experiential registration/salience-response; QALB untuk convergence pemahaman, orientation dan commitment. Ini adalah functional resolutions, bukan empat benda yang kemudian dicampur menjadi NAFS.
QALB karena itu tidak cukup direduksi menjadi “pusat emosi”, sebagaimana FUʾĀD juga tidak cukup diterjemahkan sebagai “perasaan”. QALB muncul pada medan understanding, fiqh, orientation, īmān, stability dan commitment; FUʾĀD berhubungan dengan experiential/perceptual registration yang dapat menjadi sangat salient. Pembacaan fungsional ini adalah structural model, bukan klaim bahwa Al-Qur’an memberi anatomi saraf yang siap dipetakan ke satu organ modern.
Hal yang sama berlaku pada ʿAQL. Korpus akar ʿ-Q-L — ع-ق-ل tampil dalam verbal forms; Al-Qur’an tidak membangun satu noun ‘akal’ sebagai organ kecil yang duduk di dalam manusia dan memerintah komponen lain. Karena itu lebih hati-hati berbicara tentang ʿAQL-process—proses mengikat, memahami, menalar atau membuat relation—daripada ‘akal’ sebagai operator ontologis tunggal. Audit khusus terhadap ʿAQL sebagai operasi integratif melalui Qalb serta batasnya terhadap Fikr, Faqh, Furqān dan ʿIlm dibahas dalam Apakah Akal?
HAWĀ, SHAHWAH dan SHUḤḤ juga tidak berada pada kategori yang sama dengan QALB. HAWĀ adalah directional inclination/preference; SHAHWAH desire yang tidak intrinsically evil; SHUḤḤ tendency/configuration yang dapat melekat dekat dengan SELF. WASWASAH dan TASWĪL adalah proses. Semua itu berbeda dari NAFS.
Dua process yang sering ikut tercampur adalah WASWASAH dan TASWĪL. Keduanya tidak identik dan keduanya juga tidak identik dengan NAFS. Secara structural, WASWASAH lebih dekat kepada insertion/repetition of a suggestive prompt, sedangkan TASWĪL lebih dekat kepada proses yang membuat suatu course of action menjadi cognitively atau affectively acceptable, attractive, atau lebih mudah dijustifikasi. NAFS dapat melakukan WASWASAH dan TASWĪL; Shayṭān juga dapat melakukannya. Karena itu internal bad suggestion tidak otomatis berarti “Shayṭān sedang mengirim satu pikiran”, dan self-generated suggestion tidak menghapus keberadaan pengaruh Shayṭānic. Distinction ini tidak boleh diubah menjadi pipeline wajib WASWASAH → TASWĪL → ACTION.
Lalu bagaimana memvisualisasikannya tanpa kehilangan integrasi? Analogi organ berguna apabila dijaga. Mata tidak sama dengan tubuh secara keseluruhan; jantung tidak sama dengan person; namun hasil kerja berbagai organ terintegrasi dalam hidup satu organisme. Secara analogis, QALB, ṢADR, FUʾĀD, ʿAQL-process, sensory-embodied systems, tendencies dan capabilities dapat dipahami sebagai functional organs/resolutions bagi kehidupan NAFS. Mereka tidak menjadi NAFS dan bukan bahan pembentuk ontologis NAFS. Tetapi output interaksi mereka dapat memberi kontribusi pada experience, orientation, response dan formation SELF.
Nuance ini menentukan. Bila kita berkata ‘NAFS adalah gabungan QALB + HAWĀ + akal + ...’, kita membuat category error. Bila kita berkata ‘NAFS tidak ada hubungannya dengan seluruh proses itu’, kita juga kehilangan bagaimana diri terbentuk. Formulasi yang bertahan terhadap keduanya adalah: NAFS adalah SELF; seluruh functional architecture bekerja dalam trajectory SELF; hasil interaksi yang diadopsi, dijalani, dikasb dan dipelajari dapat terkonsolidasi menjadi bagaimana SELF yang sama terbentuk.
Atas dasar itu, tulisan ini secara eksplisit mengoreksi model lama yang pernah menempatkan NAFS sebagai “self/capability field” dan INSĀN sebagai “operator” yang berdiri di luar field tersebut. Rumusan yang dipakai di sini adalah: NAFS = SELF/DIRI; pada manusia, NAFS adalah personal-ruhaniah self yang memiliki capability, configuration, action-history, formation dan accountability. INSĀN dibaca sebagai human subject pada operational/agentive resolution—yakni manusia ketika disorot sebagai pelaku yang membaca, memilih, berusaha, merespons dan bertindak. Karena itu QS 50:16 dan QS 75:14 tidak lagi dipakai sebagai bukti ontological operator–field duality; keduanya lebih aman dibaca sebagai reflexive relation pada human subject dan SELF-nya. Hubungan NAFS dengan berbagai resolusi pembacaan manusia seperti Bashar, Insān, Nās, Unās dan Banī Ādam dibahas lebih luas dalam Manusia dari Perspektif Quran.
FUNCTIONAL ORGANS TIDAK MENJADI NAFS; HASIL TERINTEGRASI DARI KERJANYA DAPAT IKUT MEMBENTUK NAFS.
Jika NAFS adalah personal SELF, apakah ia statis? Jawaban Al-Qur’an justru menempatkan diri di dalam formation. QS Asy-Syams 91:7–10 menjadi salah satu poros terpenting: NAFS disawwā, lalu berelasi dengan fujūr dan taqwā, kemudian menjadi direct object dari zakkāhā atau dassāhā. Apapun detail lexical yang masih diperdebatkan, satu fakta struktural sulit dihindari: SELF dapat diperlakukan dengan cara yang menghasilkan trajectory berbeda. Karena itu identity dan configuration tidak boleh disamakan.
SAWWĀHĀ juga memberi satu guardrail penting: NAFS tidak hadir sebagai blank slate yang tanpa struktur, tetapi juga tidak hadir sebagai diri yang sudah selesai. Ia disusun/ditata secara proporsional, lalu menjalani kehidupan yang membuat capability, orientation dan configuration-nya dapat muncul, berkembang, ditekan atau dibelokkan. Karena itu formula yang paling produktif adalah: NAFS IS STRUCTURED BUT UNFINISHED.
Ammārah, lawwāmah dan muṭmaʾinnah sering disusun sebagai tiga ‘tingkatan jiwa’: manusia memulai sebagai ammārah, naik menjadi lawwāmah, lalu selesai sebagai muṭmaʾinnah. Korpus tidak menetapkan sequence universal seperti itu. Yang lebih aman adalah membacanya sebagai predicates/configurations dari NAFS yang sama. Satu SELF dapat berada dalam directional urging toward sūʾ, dapat melakukan reflexive reproach/self-accounting, atau dapat berada dalam keadaan iṭmiʾnān. Bahkan iṭmiʾnān sendiri tidak otomatis merupakan moral perfection; object/reference dari ketenangan tetap penting.
FUJŪR juga harus dijaga dari moral shortcut. Dalam pembacaan Pantulan Cermin yang telah dikoreksi, FUJŪR tidak dipakai sebagai sinonim lexical ‘kejahatan’, tetapi sebagai emergence/breaking-forth: sesuatu yang latent menjadi manifest dan readable. Correspondence dengan FAJR membantu imagery ini—kegelapan yang pecah dan sesuatu menjadi tampak. Karena itu latent capability dapat ada sebelum FUJŪR; FUJŪR adalah emergence-nya, bukan capability itu sendiri. TAQWĀ kemudian berfungsi sebagai orientation, readiness, guarding dan control agar capability yang muncul tidak bergerak tanpa arah.
ZAKKĀHĀ dan DASSĀHĀ menambah dimensi formation. Z-K-W — ز-ك-و tidak cukup direduksi menjadi cleansing from sin; root-family juga membawa growth/increase. Dalam QS 91:9, object zakkāhā adalah NAFS—SELF itu sendiri. Demikian pula object dassāhā. Karena itu tazkiyah bukan sekadar membuang keburukan dari satu container batin, melainkan menumbuhkan, memperbaiki, menata dan membawa SELF menuju greater realization. DASSĀHĀ memberikan image concealment/burial: apa yang seharusnya memperoleh ruang tumbuh justru dibenamkan.
Di sini muncul satu prinsip yang menjadi tulang punggung kajian: IDENTITY REMAINS; CONFIGURATION IS FORMED. Manusia berusia enam puluh tahun dapat berbeda hampir di seluruh property dibanding dirinya pada usia dua puluh—tubuh, knowledge, capability, orientation, pattern of response—tetapi ketika berkata ‘dulu saya melakukan itu’, ia menunjuk satu owned trajectory. Perubahan besar tidak menuntut replacement identity. Inilah alasan NAFS dapat sekaligus menjadi continuity-bearing dan formation-bearing SELF.
QS 13:11 dan QS 8:53 memberi textual anchor yang sangat penting untuk distinction ini. Kedua ayat tidak mengatakan manusia mengganti NAFS-nya dengan NAFS baru; konstruksinya berbicara tentang perubahan mā bi-anfusihim—apa yang berada/berlaku pada diri mereka. Dengan demikian Al-Qur’an memungkinkan perubahan pada configuration internal sambil mempertahankan referential identity. QS 13:11 juga menghubungkan perubahan internal dengan perubahan condition suatu qawm, tetapi tidak mengizinkan simplifikasi bahwa setiap musibah eksternal pasti disebabkan kesalahan psikologis individu. INNER FORMATION dan EXTERNAL/RELATIONAL CONDITION berhubungan, tetapi tidak identik.
Pembentukan ini juga bersifat reflexive. QS 75:14–15 sering dibaca seolah manusia selalu consciously mengetahui seluruh motif dirinya. Kajian ini mengambil posisi lebih hati-hati: SELF mempunyai strong self-evidence/accountability relation, tetapi evidence tidak otomatis menjadi acceptance. Manusia dapat membangun excuse, TASWĪL, denial, forgetting atau distorted framing. Karena itu formula yang lebih kuat bukan ‘SELF-awareness selalu sempurna’, melainkan SELF-EVIDENCE ≠ SELF-ACCEPTANCE. Diri dapat mempunyai bukti terhadap dirinya sendiri, namun tetap menolak konsekuensi yang seharusnya ia baca dari bukti itu.
QS 59:19 menambah sisi lain: manusia dapat “melupakan anfusahum”. Mereka tidak berhenti menjadi SELF secara ontologis; yang berubah adalah self-attention, self-reading atau relationship terhadap diri. QS 2:9 memberi control lain bahwa self-deception/non-perception dapat terjadi. Karena itu diri dapat kehilangan akses yang sehat terhadap dirinya sendiri tanpa kehilangan identity.
Konsekuensinya terhadap IQRA’ besar. Membaca hidup bukan hanya membaca external reality. SELF juga harus membaca ulang response-nya sendiri terhadap reality. Orang dapat memperoleh informasi benar tetapi menolak menjadikannya correction terhadap configuration dirinya. Ia dapat melihat realitas sambil membangun cara agar dirinya tidak perlu berubah. Karena itu repeated reading dalam kehidupan mempunyai dua arah: membaca dunia dan membaca diri yang sedang membaca dunia.
Dari sini kita sampai pada integrated formation architecture. QALB, HAWĀ, ʿAQL-process, capability, experience, response dan KASB bukan bahan pembuat NAFS. Namun output dari seluruh operation dan interaction itu dapat memasuki personal trajectory. Tidak semua transient thought atau desire otomatis menjadi bagian permanen dari SELF. Exposure bukan acceptance. Influence bukan owned decision. Tetapi apa yang diadopsi, diwujudkan, diulang, menjadi KASB, menghasilkan consequence, lalu dipelajari atau dinormalisasi dapat menjadi pattern yang semakin consolidated.
Kita dapat membedakan tiga istilah. Accumulation berarti experience, action-history, capability, orientation dan feedback bertambah sepanjang trajectory. Consolidation berarti repeated outputs mulai menjadi pattern yang relatif stabil. Integration berarti pattern tersebut ikut menjadi kondisi SELF ketika menghadapi encounter berikutnya. Dengan demikian NAFS bukan ‘mesin akumulasi’; yang menjadi kumulatif adalah formation-nya. SELF₁ bukan SELF baru, melainkan SELF yang sama yang telah membawa hasil terintegrasi dari trajectory sebelumnya.
Formation juga tidak boleh dipersempit menjadi “karakter”. Karakter hanyalah salah satu manifestasi. Yang dapat berubah lebih luas: capability, orientation, self-relation, habits, readiness, pattern membaca, pattern keputusan, knowledge, reflexivity dan maturity. NAFS bukan karakter; karakter adalah salah satu jejak dari bagaimana NAFS terbentuk.
Pembacaan ini beresonansi kuat dengan Ṣibghatullāh dalam Pantulan Cermin: realitas yang terus dihadapi, keputusan, capability, karya dan Athar membentuk distinctive configuration. Namun penelitian NAFS menambah fondasi ontologis: yang menerima ‘warna’ itu bukan identity baru, melainkan SELF yang kontinu. Ṣibghah karena itu dapat dipahami sebagai cumulative configuration dari SELF yang sama—bukan serial creation dari diri baru setiap kali manusia berubah.
“AKU” TETAP AKU; TETAPI “AKU SEPERTI APA” MERUPAKAN HASIL PEMBENTUKAN PERJALANAN HIDUPKU.
Begitu NAFS ditempatkan sebagai SELF, pertanyaan agency menjadi lebih tajam. Apakah setiap pikiran yang hadir di dalam diri merupakan keputusan SELF? Apakah pengaruh Syaithan memindahkan responsibility? Apakah HAWĀ otomatis menjadi tindakan? Dan apakah semua manusia bertanggung jawab dengan ukuran yang sama? Al-Qur’an membedakan level-level ini jauh lebih halus daripada formula ‘manusia punya kehendak bebas’ atau ‘semua sudah dipengaruhi dari luar’.
QS 14:22 memberikan struktur paling jelas: Syaithan mengatakan ia tidak mempunyai sulṭān yang memaksa; ia mengajak, manusia merespons, lalu blame dikembalikan kepada anfus mereka. Ayat ini tidak mengatakan influence tidak nyata. Ia justru membedakan SOURCE OF INFLUENCE dari OWNER OF RESPONSE. Manusia hidup dalam influence—information, environment, history, human authority, fear, desire, Shayṭānic framing, memory dan knowledge—tetapi influence belum identik dengan adopted response.
QS 7:201 menambah control: orang bertaqwa dapat terkena ṭāʾif min al-shayṭān, lalu melakukan tadhakkur dan kembali melihat. Exposure tidak sama dengan failure. Disturbance tidak sama dengan decision. TAQWĀ bukan immunity; ia dapat berfungsi pada conversion boundary, menjaga agar pressure atau inclination tidak otomatis menjadi adoption. Bahkan QS 16:106 membedakan persuasion dari genuine coercion: outward act dalam ikrāh tidak selalu identik dengan inner owned orientation. Karena itu model agency yang paling realistis adalah CONDITIONED BUT RESPONSIVE SELF.
QS 6:112–113 membantu memecah proses itu lebih halus tanpa menjadikannya sequence wajib: message tidak identik dengan inclination; inclination tidak identik dengan acceptance; acceptance tidak identik dengan action. Al-Qur’an dapat menggambarkan ucapan yang dihias, FUʾĀD yang condong, penerimaan, lalu tindakan/acquisition. Model ini penting karena tanggung jawab tidak dimulai hanya karena sebuah input menyentuh manusia; attribution menguat ketika input diadopsi ke dalam orientation, assent, following, choice dan action.
Dalam architecture ini tidak ada satu ‘operator kecil’ di dalam manusia. INSĀN, NAFS, QALB, body dan proses ʿAQL dapat tampil sebagai grammatical atau functional resolutions dari agency manusia. Tetapi personal ownership berada pada integrated human/self level. Reflexive self-regulation bahkan memungkinkan SELF menjadi subject dan object: manusia dapat menahan NAFS dari HAWĀ, men-tazkiyah dirinya, melakukan self-accounting, atau justru melakukan TASWĪL terhadap dirinya sendiri tanpa membutuhkan dua entitas ontologis terpisah.
KASB kemudian menjadi bridge antara agency dan formation. K-S-B — ك-س-ب membawa medan acquiring/earning. Di satu sisi, QS 2:267 menunjukkan sesuatu yang dikasb dapat berhubungan dengan external resource yang kemudian diinfaqkan. Di sisi lain, QS 74:38 mengatakan setiap NAFS rahīnah bimā kasabat—terikat dengan apa yang dikasbnya. QS 6:164 menempatkan kasb ‘alayhā; QS 83:14 menghubungkan repeated kasb dengan rān pada QALB; QS 3:155 menunjukkan prior kasb dapat memengaruhi susceptibility pada encounter berikutnya. KASB karena itu bukan sekadar angka pada ledger akhirat; ia adalah owned action-history yang dapat memberi feedback kepada architecture pembuat response berikutnya.
Di sini ʿAMAL dan KASB juga perlu dibedakan. ʿAMAL menyorot doing/act yang dilakukan, sedangkan KASB menyorot apa yang “earned/acquired” oleh pelaku melalui tindakannya dan tetap attributable kepadanya. Karena itu tidak setiap pembahasan KASB harus dipersempit menjadi uang atau harta. KASB dapat menjadi jembatan antara tindakan, personal action-history, consequence dan formation.
Tetapi ownership tidak membuat accountability seragam. QS 2:286 berulang kali menjadi jangkar: lā yukallifu Allāhu nafsan illā wusʿahā. NAFS dan WUSʿ dibedakan. NAFS adalah siapa yang menerima assignment; WUSʿ adalah effective capacity boundary. Dalam model Pantulan Cermin, QADR dapat dipakai sebagai potential envelope, tetapi QADR bukan sinonim lexical WUSʿ. Potential, actualized capability, effective capacity dan TAKLĪF adalah kategori berbeda.
QS 4:6 memberi contoh domain-sensitive competence. Maturity terkait nikāḥ belum otomatis cukup untuk menyerahkan resource kepada anak yatim; masih dibutuhkan RUSHD. QS 24:58–59 menunjukkan ḥulum mengubah scope normative rule tetapi tidak membuktikan universal switch ‘sebelum nol, sesudah seratus persen’. QS 22:5 menunjukkan capability dapat tumbuh lalu menurun pada usia lanjut. QS 4:43 memperlihatkan active cognitive state relevan terhadap performance obligation. QS 17:15 dan 6:131 menjaga relation antara punitive adjudication dan availability of warning/reference. Semua ini membuat satu formula jauh lebih tahan daripada age-based binary: accountability is scoped, capacity-sensitive, state-sensitive and reference-sensitive.
QS 65:7 menambah prinsip yang sering terlewat: burden/tuntutan dikaitkan dengan mā ātāhā—apa yang benar-benar telah diberikan/tersedia kepadanya dalam konteks resource. Ini memperkuat distinction antara potential yang mungkin dimiliki, capability yang telah aktual, dan effective capacity yang benar-benar available pada situasi tertentu. WUSʿ bukan perasaan subjektif “saya mampu/tidak mampu”, tetapi juga bukan unlimited capacity abstrak.
Dengan demikian existence of SELF tidak sama dengan full accountability. Seorang bayi dapat menjadi personal referent yang sama dengan dirinya ketika dewasa, tanpa harus mempunyai responsibility-envelope dewasa. Orang tidur tidak kehilangan identity meskipun deliberative agency tidak aktif seperti saat terjaga. Orang tua yang capability-nya menurun tetap merupakan SELF yang sama meskipun active responsibility pada beberapa domain berubah. ACCOUNTABILITY CHANGE DOES NOT REQUIRE IDENTITY CHANGE.
Pada level sosial, causal contribution dapat tersebar tanpa mentransfer moral ownership. Seorang leader dapat menyesatkan dan seorang follower dapat menaati. System dapat memperbesar consequence. QS 8:25 mengingatkan bahwa worldly fitnah/consequence dapat menyentuh lebih luas daripada pelaku awal. Tetapi QS 6:164 menjaga individual moral ownership: satu bearer tidak memikul burden bearer lain. Maka SHARED CONSEQUENCE tidak sama dengan SHARED GUILT. Banyak SELF dapat bersama-sama membentuk system condition, lalu system itu kembali memengaruhi banyak SELF, tanpa membentuk satu collective metaphysical NAFS.
QS 30:41 memperluas pembacaan ini ke system/environmental consequence: fasād dapat muncul di darat dan laut karena apa yang dikasb tangan manusia. Karena itu hasil tindakan tidak selalu berhenti pada pelaku individual; ia dapat mengubah system, ecology dan kondisi sosial yang kemudian menjadi realitas baru bagi orang lain. Namun distributed consequence tetap berbeda dari transfer of guilt.
كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ
“Setiap NAFS terikat dengan apa yang telah dikasbnya.”
QS Al-Muddatstsir 74:38
PENGARUH MENJELASKAN DARI MANA TEKANAN DATANG; AGENCY MENJELASKAN APA YANG SELF LAKUKAN TERHADAP TEKANAN ITU.
Semua definisi SELF akan diuji paling keras oleh perubahan. Jika NAFS adalah personal-ruhaniah SELF, apa yang membuat NAFS-A tetap NAFS-A ketika tubuh, consciousness, memory-access, capability dan mode embodied existence berubah? Al-Qur’an tidak memberi teori filsafat personal identity atau mekanisme metafisik penyimpanan identity. Tetapi ia memberi relational controls yang cukup kuat untuk mengatakan apa yang tidak mungkin menjadi satu-satunya invariant.
KASB memberi evidence continuity pertama. Argumentasi QS 2:281 dan ayat-ayat sejenis hanya coherent jika SELF yang menerima consequence merupakan referent yang sama dengan SELF yang memiliki action-history tersebut. Justice akan runtuh bila NAFS-B yang tidak terkait menerima milik moral NAFS-A. Karena itu minimal identity continuity berarti continuity of personal ownership: tindakan itu tetap ‘tindakan saya’. Ini lebih fundamental daripada exact body-shape atau continuous autobiographical memory.
Origin passages menambah dimensi developmental. Dalam governance Pantulan Cermin, NAFS WĀḤIDAH pada QS 4:1, 6:98, 7:189, 31:28 dan 39:6 dibaca sebagai one integrated identity, dengan zygote sebagai biological correspondence paling koheren pada origin manusia. Ini bukan arti kamus NAFS; NAFS tidak berarti zygote secara lexical. Point-nya adalah continuity: human trajectory dapat bergerak dari satu integrated biological identity menuju differentiated morphology tanpa harus menciptakan personal SELF baru pada setiap cell division atau stage. Dengan kata lain, biological complexity dapat meningkat sementara referent continuity dipertahankan.
Pada QS 39:6, Pantulan Cermin juga mempertahankan correspondence ONE → PAIR → MULTIPLICITY: NAFS WĀḤIDAH, kemudian ZAWJ, lalu delapan pasangan yang secara numerical correspondence memberi 16 units dan beresonansi dengan cleavage/morula architecture. Ini bukan arti kamus dari NAFS, ZAWJ atau ANʿĀM, dan literal layer tentang ternak tidak dihapus. Nilainya berada pada structural correspondence yang harus terus diuji terhadap grammar, urutan narasi dan evidence biologis.
Dalam kerangka ontologis tulisan ini, continuity tersebut tidak berarti JASAD, kehidupan biologis, psikis, kognisi, kehendak dan personhood hanyalah “manifestasi” yang dilebur menjadi NAFS. NAFS tetap diposisikan sebagai personal-ruhaniah SELF, sedangkan JASAD adalah embodied-physical domain yang terintegrasi dengannya. Dengan demikian istilah “integrated identity-bearing whole” dipertahankan untuk continuity referent, bukan untuk menghapus distinction antara SELF dan seluruh domain operasional manusia.
Pembacaan origin ini juga harus dibedakan dari capability dan accountability. Zygote sebagai one biological identity tidak berarti seluruh sensory, cognitive atau accountable functions sudah aktif. NAFS exists, capability emerges and develops, active agency becomes available, responsibility expands by domain—semuanya tidak harus terjadi sebagai satu timestamp. Distinction ini menjaga kita dari dua ekstrem: menganggap manusia belum mempunyai identity sampai capability matang, atau menganggap semua accountability sudah penuh hanya karena origin identity telah ada.
QS 23:14 dengan frasa khalqan ākhara dan QS 32:9 dengan nafkh min Rūḥ memberi transition penting, tetapi keduanya tidak menuntut kesimpulan bahwa baru pada titik itulah personal NAFS “diciptakan”. Dalam architecture penelitian ini, identity sudah dibaca melalui NAFS WĀḤIDAH; khalqan ākhara dan nafkh Rūḥ lebih aman ditempatkan pada perubahan developmental/capability state. Exact relation dan timing antara nafkh Rūḥ, functional maturation dan embodiment tetap tidak dipaksakan melampaui evidence ayat.
Tidur menjadi natural experiment paling menarik. QS 39:42 mengatakan Allah yatawaffā al-anfusa ketika mawt dan juga yang lam tamut dalam manām; yang ditetapkan mawt ditahan, yang lain di-irsāl kembali. Struktur ayat ini membuat TAWAFFĪ tidak identik dengan MAWT. Pada tidur, ordinary waking awareness dan voluntary interaction berubah drastis, tetapi setelah bangun kita tidak menganggap identity baru muncul. Continuous waking consciousness karena itu bukan identity invariant.
Hal yang sama berlaku pada memory. QS 58:6 memberi gambaran Allah menghitung apa yang manusia lupa. Forgetting tidak menghapus ownership. Personal history, accessible memory dan external record/evidence adalah tiga hal berbeda. KITĀB tidak sama dengan SELF; SELF mempunyai relation dengan record-nya. Karena itu teori ‘NAFS adalah memory-storage’ tidak diperlukan. Mechanism bagaimana memory/evidence dihadirkan kembali pada adjudication tetap open, tetapi personal attribution tidak bergantung pada semua episode selalu consciously accessible.
MAWT kemudian menguji reduction kepada body. Kullu nafsin dhāʾiqat al-mawt menempatkan NAFS sebagai referent dalam event mawt. QS 39:42 membedakan tawaffī ketika mawt dari tawaffī ketika belum mati. Penelitian ini tidak menyimpulkan spatial anatomy—misalnya NAFS sebagai benda yang secara measurable keluar melalui lokasi tertentu—karena ayat tidak memberi itu. Yang dapat dikatakan lebih aman: NAFS tidak reducible kepada current bodily operation. Mawt mengakhiri embodied earthly operating mode, bukan memberi alasan untuk mengganti personal referent menjadi orang lain.
QS 2:28 memberi macro-control yang sangat kuat karena referent “kalian” dipertahankan melewati state sebelum hidup, hidup, mawt, hidup kembali dan return. QS 23:99–100 kemudian memberi minimum function BARZAKH sebagai no-return boundary sampai hari Baʿth. Dalam baseline Pantulan Cermin, tubuh P1 telah menutup embodied operating mode dan NAFS membawa continuity identity; pengalaman Barzakh karena itu tidak dijelaskan melalui tubuh biologis P1 yang sama. Ini adalah structural synthesis tentang boundary dan continuity, bukan anatomi metafisik yang dapat diukur.
Apa yang terjadi pada RŪḤ dalam sleep, mawt, Barzakh dan resurrection tetap OPEN kecuali ada evidence khusus. Karena itu NAFS tidak boleh diam-diam diubah menjadi RŪḤ, dan RŪḤ juga tidak boleh dijadikan storage-device identity hanya untuk mengisi mekanisme yang tidak diterangkan teks.
Resurrection menjadi final continuity test. Al-Qur’an berbicara kepada ‘kalian’ melalui life, death, life again dan return. Reconstruction tubuh tidak harus berarti penciptaan morally equivalent copy. Seluruh argumentasi accountability mengarah pada restoration/reconstitution of the same personal referent: yang dipanggil kembali adalah ‘aku’ yang sama sebagai pemilik action-history, meskipun mechanism ontologis preservation identity tidak dijelaskan. Pada titik ini penelitian sengaja berhenti: ia tidak mengganti kekosongan mekanisme dengan spekulasi tentang substance, DNA token, RŪḤ-as-hard-drive, atau integrated information yang dianggap jiwa.
Maka invariant terkuat yang dapat dirumuskan bukan exact material, consciousness atau memory, melainkan PERSONAL REFERENTIAL OWNERSHIP: satu trajectory tetap mempunyai seorang pemilik. Tubuh, capability dan state berubah; personal identity tetap menjadi referent yang menghubungkan origin, experience, response, action-history, consequence, mawt dan return.
اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا
“Allah men-tawaffā al-anfus ketika kematiannya dan yang belum mati ketika tidurnya.”
QS Az-Zumar 39:42 — petikan
ONE SELF — MANY CONFIGURATIONS — ONE OWNED TRAJECTORY.
Pada akhir penelitian, pairing AMWĀL–ANFUS ternyata membuka cara baru membaca hubungan antara hidup di luar diri dan hidup di dalam diri. Controlled register menunjukkan pairing langsung berulang pada trial/loss maupun commitment/jihād, dengan pola dominan AMWĀL → ANFUS dan reversal jelas pada QS 9:111: ANFUS → AMWĀL. Pairing tersebut tidak berarti ‘material body + immaterial soul’. Ia jauh lebih natural sebagai dua domain dari referent manusia yang sama: resource/possession domain dan personal SELF/life domain—WHAT YOU HAVE dan WHO YOU ARE.
Controlled register menemukan 13 direct pairing occurrences pada 12 distinct verses. Sebanyak 12 dari 13 occurrence mempertahankan urutan AMWĀL → ANFUS; QS 9:111 menjadi reversal tunggal yang jelas dengan ANFUS → AMWĀL. Context utamanya terbagi dua: trial/loss (misalnya QS 2:155; 3:186) dan commitment/jihād (misalnya QS 4:95; 8:72; 9:20, 41, 44, 81, 88; 49:15; 61:11), dengan QS 4:95 memuat pairing dua kali. Stabilitas ini membuat pairing sulit diperlakukan sebagai kebetulan retoris.
Sebelum masuk ke medan hasil, Layer 7 memberi satu kontrol penting tentang status NAFS dalam bahasa commitment. Al-Qur’an dapat memakai metafora transaksi terhadap diri: seseorang “menjual/menyerahkan” nafs-nya, dan QS 9:111 bahkan menyatakan Allah membeli dari orang beriman ANFUS mereka dan AMWĀL mereka. Metafora ini tidak mengubah NAFS menjadi commodity yang detachable. Actor dan SELF-object tetap referent personal yang sama. Yang diserahkan bukan “barang batin bernama jiwa”, melainkan orang itu sendiri sebagai total personal stake. Karena itu salah satu description struktural terkuat penelitian adalah NAFS = THE SELF AT STAKE—diri yang dapat dipertaruhkan, dirugikan, dijaga, dizalimi, dikembangkan dan akhirnya dipertanggungjawabkan.
Metafora transaksi sendiri bersifat morally nonspecific dan karena itu sangat berguna sebagai control. QS 2:207 memberi gambaran positif tentang orang yang “menjual/menyerahkan” nafs-nya demi mencari ridha Allah; QS 2:102 memberi negative mirror tentang orang yang “menjual” dirinya pada pilihan yang merusak; QS 33:50 memakai wahabat nafsahā dalam context pemberian diri. Konstruksi-konstruksi ini memperkuat bahwa NAFS adalah SELF/person at stake, bukan detachable commodity.
Urutan pairing juga memberi informasi tanpa boleh di-overread. Hampir seluruh direct pairing memakai AMWĀL → ANFUS, sedangkan QS 9:111 membalik menjadi ANFUS → AMWĀL. Reversal ini tidak cukup dijelaskan hanya oleh “bahasa transaksi”, sebab QS 61:10–11 juga memakai tijārah tetapi tetap AMWĀL → ANFUS. Model paling aman adalah perubahan resolution: pola normal menyajikan resource domain lalu self/person domain ketika keduanya dikerahkan atau terkena trial; QS 9:111 menjadikan SELF dan resource sebagai object covenantal purchase sehingga SELF memperoleh discourse prominence. Word order tidak sendirian membuktikan absolute value hierarchy, tetapi reversal tersebut konsisten dengan pembacaan NAFS sebagai personal stake, bukan sekadar internal asset.
Dari sini muncul hypothesis yang lebih dalam. Harta sering merupakan sesuatu yang diperoleh, dikelola, dipindahkan, ditambah, dikurangi atau hilang sepanjang operasi kehidupan. Namun tidak semua MĀL adalah direct product of personal effort; inheritance, gift dan provision adalah controls penting. Karena itu formula paling tahan bukan ‘semua harta adalah hasil usaha’, melainkan AMWĀL sebagai external/resource state yang dapat berubah sepanjang trajectory, dengan effort sebagai salah satu faktor agentive penting. Di sisi lain, keberadaan NAFS bukan hasil usaha. SELF sudah menjadi referent. Yang dapat menjadi result adalah formation/development dari SELF tersebut.
Satu control lain mencegah kita menyamakan semua external result dengan AMWĀL. QS 2:155 membedakan loss pada AMWĀL, ANFUS dan THAMARĀT. Jadi MĀL adalah major external/resource domain, bukan nama bagi setiap hasil eksternal yang mungkin muncul dari hidup manusia.
Keserupaan keduanya karena itu berada pada medan hasil, bukan pada identity. Human life-operation dapat menghasilkan perubahan eksternal dan internal sekaligus. Ketika seseorang menghadapi REALITY/AMR, menggunakan capability, membaca keadaan, menentukan response dan bertindak, ia mungkin menyelesaikan problem, menciptakan karya, memperoleh resource atau justru mengalami loss. Pada saat yang sama ia juga memperoleh experience, mengembangkan atau merusak capability, membentuk response-pattern, menambah action-history, mengubah orientation dan belajar dari consequence. Satu encounter dapat menghasilkan RESULT IN REALITY dan RESULT IN SELF.
Dua medan ini juga tidak harus bergerak ke arah yang sama. AMWĀL dapat bertambah sementara SELF memburuk; AMWĀL dapat berkurang sementara SELF berkembang melalui ṣabr, discipline atau tazkiyah. Karena itu EXTERNAL SUCCESS ≠ SELF DEVELOPMENT dan EXTERNAL LOSS ≠ SELF FAILURE. Yang dibandingkan adalah adanya dua medan result, bukan persamaan nilai atau arah perubahannya.
KASB menjadi bridge. QS 2:267 menunjukkan sesuatu yang dikasb dapat masuk external/resource domain dan menjadi bahan infaq. Tetapi KASB yang sama juga mempunyai relation personal: NAFS terikat dengan apa yang dikasb; repeated kasb dapat memengaruhi QALB. Karena itu external acquisition dan internal formation bukan mekanisme identik, tetapi dapat berakar pada satu operasi hidup. AMWĀL dapat acquired; NAFS tidak ‘diakumulasi’, tetapi formation NAFS dapat menjadi cumulative.
Yang lebih menarik, dua output ini tidak berhenti paralel. QS 9:103 mengambil ṣadaqah min amwālihim dan menghubungkannya dengan tuṭahhiruhum wa tuzakkīhim bihā—effect kembali kepada orangnya. QS 92:18 merangkai yuʾtī mālahu dengan yatazakkā. QS 2:272 berkata apa yang diinfaqkan dari khayr adalah li-anfusikum. QS 64:16 dan 59:9 mempertemukan resource-sharing dengan shuḥḥ al-nafs. Ini menunjukkan external resource dapat kembali menjadi formative input bagi SELF.
QS 2:265 memberi bridge tambahan yang penting: orang yang menginfaqkan AMWĀL mereka disebut bersama tathbītan min anfusihim. Exact nuance tathbītan perlu dijaga karena terjemahan dapat bervariasi, tetapi struktur ayat tetap mempertemukan expenditure of wealth dengan process/state yang melibatkan ANFUS mereka. Ini memperkuat gagasan bahwa penggunaan resource bukan hanya peristiwa eksternal.
Maka kepemilikan bukan hanya persoalan ekonomi. Cara seseorang memperoleh, menahan, membelanjakan, mengalirkan atau melepaskan resource dapat menjadi medan di mana SELF berhadapan dengan orientation-nya sendiri. Dua orang dapat memiliki jumlah harta yang sama tetapi menghasilkan formation berbeda karena hubungan mereka dengan resource berbeda. RESOURCE QUANTITY ≠ SELF QUALITY; tetapi RESOURCE USE CAN BECOME SELF-FORMING ACTION.
Hubungan ini juga memberi makna baru pada reciprocal life. Banyak SELF saling berinteraksi, membentuk system dan kondisi bersama. Resource action seseorang dapat mengubah kehidupan orang lain; condition sosial kemudian kembali menjadi reality yang membentuk encounter SELF berikutnya. Dengan demikian external world dan internal formation bukan dua cerita yang terpisah. Mereka membentuk loop: SELF menghasilkan tindakan ke dunia; dunia yang berubah menjadi input baru; SELF membawa history dan configuration sebelumnya untuk membaca dunia itu lagi.
Di sinilah seluruh kajian bertemu. NAFS adalah personal-ruhaniah SELF yang tetap sebagai owner of trajectory. JASAD memberinya embodied interface. Functional architecture mengolah exposure, experience, understanding, tendency, orientation dan capability. Reality menyediakan medan. Agency mengubah input menjadi owned response. KASB menautkan response dengan personal history. Consequence memberi feedback. Sebagian result menjadi external resource atau karya; sebagian menjadi internal formation. External result sendiri dapat kembali dipakai dan membentuk SELF. Hidup karena itu bukan garis, melainkan recursive relation antara REALITY dan SELF.
Jika proses itu berlangsung puluhan tahun, apa yang tersisa bukan hanya daftar achievement. Yang terbentuk adalah configuration: cara melihat, cara menimbang, capability, pattern of response, kualitas QALB, hubungan dengan HAWĀ, kemampuan melakukan tadhakkur, cara memakai AMWĀL, serta jejak tindakan. Inilah sisi yang membuat Ṣibghatullāh, Tazkiyah, KASB dan AMWĀL–ANFUS bertemu dalam satu anthropology: manusia mengubah realitas dan pada saat yang sama diubah oleh cara ia mengubah realitas.
HASIL HIDUP BUKAN HANYA APA YANG BERHASIL KITA PEROLEH ATAU TINGGALKAN DI DUNIA; HIDUP JUGA MENGHASILKAN DIRI SEPERTI APA YANG KITA BAWA SETELAH MENJALANINYA.
Untuk pembaca awam, architecture akhirnya dapat dibaca tanpa diagram rumit. Ada REALITY yang dihadapi. Ada JASAD yang memberi embodied interface. Ada functional architecture—ṢADR, FUʾĀD, QALB, ʿAQL-process, sensory systems, tendencies, capability, memory dan influences—yang memungkinkan manusia menerima, mengalami, membedakan dan mengorientasikan sesuatu. Ada NAFS sebagai personal SELF yang memiliki response dan trajectory. Ketika response menjadi action/KASB, ia menghasilkan consequence dan feedback. Hasil tersebut dapat mengubah reality, resource, system dan orang lain; ia juga dapat kembali membentuk configuration SELF. SELF yang sudah terbentuk itu kemudian menghadapi encounter berikutnya.
Namun architecture ini tidak boleh dijadikan rigid physiological pipeline. Al-Qur’an tidak mengatakan setiap stimulus harus melewati ṢADR, lalu FUʾĀD, lalu QALB, lalu NAFS, lalu tubuh. Relation-nya lebih menyerupai topology/network. QALB dapat dipengaruhi oleh KASB sebelumnya; NAFS dapat melakukan waswas; external influence dapat langsung mengubah salience; body state dapat membatasi accessible capability; Taqwā dan tadhakkur dapat menghentikan conversion influence menjadi action. Model dibangun untuk menjaga distinction, bukan memaksa sequence.
Pada titik ini pertanyaan ‘apakah NAFS?’ dapat dijawab secara lebih determinatif daripada di awal. NAFS bukan misteri bernama jiwa yang ditambahkan ke tubuh setelah seluruh manusia selesai. NAFS adalah personal SELF—dimensi personal-ruhaniah dari ‘aku’—yang dalam kehidupan dunia terintegrasi dengan JASAD, menggunakan dan mengalami seluruh functional architecture manusia, membawa KASB dan personal history, mengalami formation, dan menjadi referent accountability.
Kajian ini tidak menyatakan NAFS sebagai RŪḤ, tidak menyatakan “personal-ruhaniah” sebagai satu substance metafisik yang mekanismenya sudah diketahui, dan tidak menyatakan QALB–ṢADR–FUʾĀD–ʿAQL–HAWĀ sebagai komponen ontologis yang bila dijumlahkan menghasilkan NAFS. Analogi functional organs hanya alat penjelas. Kajian ini juga tidak menyatakan semua input internal otomatis menjadi formation, tidak menetapkan rigid pipeline processing, dan tidak menganggap seluruh external outcome sebagai refleksi langsung kondisi batin individual.
Dua mekanisme sengaja tetap OPEN: mekanisme metafisik yang mempertahankan personal identity melalui perubahan mode sampai resurrection, dan mekanisme teknis bagaimana pengalaman/KASB/feedback terkonsolidasi menjadi configuration SELF. Yang dikunci adalah relation dan batas evidence-nya, bukan material metafisik yang tidak dijelaskan Al-Qur’an.
Kajian ini menetapkan bahwa NAFS pada semantic floor Qur’ani paling kuat berarti SELF/DIRI, sedangkan pada human ontology NAFS adalah DIRI PERSONAL-RUHANIAH manusia: “aku” yang terintegrasi dengan JASAD selama kehidupan dunia tetapi tidak identik dengannya, berbeda kategori dari RŪḤ, dan menjadi pemilik personal trajectory. QALB, ṢADR, FUʾĀD, ʿAQL-process, HAWĀ, SHAHWAH, SHUḤḤ, WASWASAH, TASWĪL, capability dan embodied systems bukan constituent substances yang dijumlahkan untuk menghasilkan NAFS; mereka adalah functional resolutions/processes dalam kehidupan manusia. Output interaksi mereka dengan REALITY, sejauh diadopsi dan diwujudkan sebagai response/ʿAMAL/KASB lalu mengalami consequence dan feedback, dapat terakumulasi, terkonsolidasi dan terintegrasi menjadi configuration dari NAFS yang sama. Karena itu NAFS adalah continuity-bearing sekaligus formation-bearing SELF: identity personal tetap menjadi “aku” yang sama, sedangkan “aku seperti apa” dapat berubah sangat jauh melalui perjalanan hidup.
Dengan demikian hidup manusia bukan hanya rangkaian kejadian yang dialami oleh satu diri statis. Hidup adalah medan tempat SELF menggunakan jasad dan functional architecture-nya untuk membaca realitas, memilih, bertindak, memperoleh atau kehilangan resource, membentuk system, mengalami consequence, belajar, lalu memasuki encounter berikutnya dengan configuration yang telah berubah. KASB membuat tindakan tetap menjadi milik SELF; WUSʿ membatasi taklīf sesuai effective capacity; sleep, mawt dan resurrection menunjukkan bahwa identity tidak dapat direduksi menjadi continuous consciousness atau exact body-state; AMWĀL–ANFUS menunjukkan bahwa kehidupan menghasilkan bukan hanya apa yang manusia miliki, tetapi juga siapa dirinya menjadi. Putusan akhirnya: NAFS bukan “sesuatu yang ada di dalam aku”; NAFS adalah AKU pada dimensi personal-ruhaniah—diri yang membawa seluruh perjalanan, terbentuk olehnya, dan mempertanggungjawabkannya.
NAFS tidak cukup diterjemahkan sebagai “jiwa” jika jiwa dimaksudkan sebagai benda immaterial yang terpisah dari diri. Semantic floor yang paling stabil adalah SELF—diri itu sendiri.
Tidak. Al-Qur’an membedakan NAFS dari HAWĀ; NAFS dapat menahan dirinya dari HAWĀ. Karena itu NAFS bukan dorongan rendah itu sendiri.
Tidak. Korpus NAFS dan RŪḤ memiliki predicate, distribusi dan medan operasi yang berbeda.
Tidak identik. Dalam kehidupan dunia, NAFS dan JASAD terintegrasi erat, tetapi NAFS tidak direduksi menjadi tubuh.
QALB dan proses ʿAQL bekerja sebagai functional resolutions dalam kehidupan SELF; keduanya bukan bahan yang bila dijumlahkan menghasilkan NAFS.
Kajian ini membaca NAFS sebagai continuity-bearing SELF: identity personal tetap menjadi referent yang membawa trajectory melalui perubahan state, termasuk mawt dan kebangkitan.
Nafsin Wāḥidah: Diri yang Satu — untuk memahami NAFS dalam konteks asal dan continuity identity.
5 Fase Perjalanan Manusia — untuk memahami continuity NAFS melalui hidup, mawt, Barzakh, kebangkitan, dan kembali kepada Allah.
Manusia dari Perspektif Quran — untuk melihat hubungan NAFS dengan Bashar, Insān, Nās, Banī Ādam dan designation manusia lain.
Material Pembentuk Manusia — untuk membedakan embodied formation dari personal SELF.
9 Perspektif Manusia & Penciptaan Manusia — sebagai hub besar manusia dan penciptaan.
Kajian Asy-Syams 1–15 — untuk memahami formation SELF melalui sawā, fujūr, taqwā, zakkāhā dan dassāhā.
Ṣibghatullāh — untuk membaca cumulative formation dari SELF yang sama.
Sumber primer kajian ini adalah Al-Qur’an dan Quranic Arabic Corpus untuk morphology, grammar, root-family dan distribution. Hasil penelitian longitudinal Pantulan Cermin—termasuk working research log NAFS, diskusi lintas Layer 1–8, serta tulisan terkait RŪḤ, manusia, Asy-Syams, Ṣibghatullāh, Syaithan, Qadr–Qada, Taqwa–Tawakal, Haji–Umrah dan 5 Fase Perjalanan Manusia—dipakai sebagai living corpus yang terus diuji ulang. Lexicon Arab digunakan sebagai triangulation, bukan sebagai pengganti corpus behaviour.
Pembaca akademik perlu mempertahankan batas klaim. NAFS = SELF merupakan semantic-corpus conclusion. Formulasi ‘personal-ruhaniah SELF’, ‘functional organs/resolutions’, ‘integrated formation’, ‘external/resource result versus SELF-development result’, serta pemetaan QADR/QADA adalah structural synthesis. Zygote sebagai NAFS WĀḤIDAH adalah biological correspondence dalam model Pantulan Cermin, bukan lexical definition kata NAFS. Demikian pula exact metaphysical mechanism yang menjaga personal identity melalui mawt/resurrection dan technical mechanism yang ‘menyimpan’ cumulative formation tetap OPEN; kajian ini tidak mengisi ruang tersebut dengan spekulasi.
Versi PantulanCermin.com yang dibandingkan pada bagian berikut dicek kembali pada 16 September 2026. Karena situs merupakan living corpus, status sinkronisasi dapat berubah ketika halaman diperbarui setelah tanggal tersebut.
Quranic Arabic Corpus: https://corpus.quran.com/
Pantulan Cermin: https://www.pantulancermin.com/
Tulisan ini sekaligus menjadi pemutakhiran terhadap sejumlah formulasi yang pernah digunakan dalam Pantulan Cermin sebelum kajian NAFS ini selesai. Beberapa materi terdahulu ternyata telah sejalan dan justru memperoleh fondasi yang lebih kuat; beberapa rumusan lain dikoreksi oleh argumentasi yang sudah dibangun di dalam bab-bab sebelumnya. Bagian ini mencatat posisi tersebut berdasarkan halaman yang tersedia pada 16 September 2026, bukan sebagai daftar pekerjaan website, melainkan sebagai penegasan tentang gagasan mana yang dipertahankan, diperdalam, atau ditinggalkan oleh tulisan ini.
Kajian Asy-Syams 1–15. Halaman terbaru sudah menempatkan NAFS sebagai sesuatu yang disawwā, FUJŪR sebagai hipotesis emergence, TAQWĀ sebagai orientation/readiness/control, ZAKKĀHĀ sebagai growth/development dan DASSĀHĀ sebagai burial of growth possibility. Penelitian NAFS memperkuatnya dengan distinction: identity tetap kontinu; yang berkembang adalah configuration dari SELF yang sama.
Halaman: https://www.pantulancermin.com/kajian-asy-syams-1-15
Ṣibghatullāh. Versi terbaru sudah menjelaskan cumulative formation, recursive interaction antara NAFS–Qadar–Realitas, serta terbentuknya distinctive configuration. Penelitian NAFS memberi fondasi ontologis: Ṣibghah adalah cumulative configuration dari continuity-bearing SELF, bukan penciptaan SELF baru pada setiap putaran.
Halaman: https://www.pantulancermin.com/sibghatullah
5 Fase Perjalanan Manusia. Versi terbaru sudah jauh lebih lengkap daripada Revision Register awal: ia membedakan MAWT dari TAWAFFĀ, memakai QS 39:42 sebagai control, menetapkan Barzakh sebagai no-return boundary sampai Baʿth, menempatkan NAFS sebagai continuity-bearing identity, dan membedakan embodied earthly operating mode dari state sesudah mawt. Penelitian NAFS sekarang terutama memperkuat fondasi ontologis model tersebut: identity continuity tidak bergantung pada continuous consciousness atau exact body-state, sementara apa yang terjadi pada RŪḤ pada setiap state tidak perlu diisi dengan asumsi tambahan.
Halaman: https://www.pantulancermin.com/5-fase-perjalanan-manusia
Laylat al-Qadr / Qadr–Qada. Versi terbaru sudah memasang firewall yang benar: QS 2:286 memakai WUSʿ, bukan QADR, sementara Qadr = potential dan Qada = realized capability adalah pemetaan konseptual Pantulan Cermin. Penelitian NAFS memperkuat pemisahan POTENTIAL, ACTUALIZED CAPABILITY, WUSʿ/EFFECTIVE CAPACITY dan TAKLĪF.
Halaman: https://www.pantulancermin.com/membaca-pesan-tuhan/laylat-al-qadr
Taqwa dan Tawakal. Model Taqwā sebagai sistem orientation dan Tawakal sebagai gerak melalui Shalat–Infaq konsisten dengan temuan bahwa TAQWĀ bukan immunity tetapi orientation/readiness/guarding-control. Layer AMWĀL–ANFUS menambah dasar bahwa pengaliran resource dapat menjadi formative action bagi SELF.
Halaman: https://www.pantulancermin.com/taqwa-dan-tawakal
Haji–Umroh–Taqwa–Tawakal. Tulisan terbaru sudah menyatakan bahwa manusia yang bekerja, berkontribusi dan mengalirkan resource juga sedang membentuk dirinya. Penelitian NAFS memperkuat mekanismenya melalui KASB, feedback, AMWĀL–ANFUS dan cumulative formation.
Halaman: https://www.pantulancermin.com/haji-umroh-taqwa-tawakal
Manusia dari Perspektif Quran. Tulisan ini mengoreksi architecture lama yang menempatkan “Lima Komponen Internal: Nafs, Ṣadr, Fuʾād, Qalb dan Taqwa”, mendefinisikan NAFS sebagai “self/capability field”, membaca QS 50:16 dan 75:14 sebagai pemisahan operator dari field, serta menempatkan INSĀN sebagai kandidat utama “operator”. Posisi yang dipakai dalam kajian ini adalah: NAFS = SELF/personal-ruhaniah self, bukan salah satu field internal; INSĀN = human subject pada operational/agentive resolution; grammar INSĀN–NAFS = reflexive relation yang tidak membuktikan dua entity; dan arsitektur internal = functional topology/network, bukan operator yang mengoperasikan NAFS.
Halaman: https://www.pantulancermin.com/manusia-dari-perspektif-quran
Syaithan. Distinction influence ≠ response ownership dan penolakan Syaithan sebagai sekadar “pikiran negatif” dipertahankan. Namun kajian ini mengoreksi setiap formulasi yang dapat membuat dorongan atau capability identik dengan NAFS. NAFS adalah personal SELF yang mempunyai atau berelasi dengan tendencies dan capability; dorongan dan capability bukan NAFS itu sendiri. Karena itu pembagian al-Ins/al-Insān sebagai dua operating sides NAFS tidak diperlakukan sebagai hasil final kajian NAFS tanpa pengujian independen.
Halaman: https://www.pantulancermin.com/syaithan
Nafsin Wāḥidah. Lima locus, zygote sebagai correspondence biologis—bukan arti kamus—serta topology ONE → PAIR → MULTIPLICITY → TRANSITION → WOMB → SUCCESSIVE FORMATION dipertahankan. Kajian ini menyelaraskan ontologinya dengan membedakan NAFS sebagai personal-ruhaniah SELF dari JASAD sebagai embodied-physical domain yang terintegrasi dengannya. Karena itu tubuh, kehidupan biologis, psikis, kognisi, kehendak dan personhood tidak diperlakukan sebagai layer yang melebur menjadi NAFS. “Integrated identity-bearing whole” dipertahankan untuk continuity referent, sambil tetap menjaga distinction antara SELF dan seluruh domain operasionalnya. Pembahasan khusus mengenai NAFSIN WĀḤIDAH sebagai continuity-bearing SELF dan hubungannya dengan proses pembentukan manusia dapat dibaca dalam Nafsin Wāḥidah: Diri yang Satu.
Halaman: https://www.pantulancermin.com/nafsin-wahidah-diri-yang-satu
9 Perspektif Manusia & Penciptaan Manusia beserta material turunannya. Tulisan ini mengganti terminology “NAFS = self/capability/accountability field” dengan “NAFS = personal SELF”; capability tersedia pada SELF tetapi bukan identitas NAFS; JASAD adalah embodied domain yang terintegrasi dengan NAFS; dan INSĀN adalah operational/agentive resolution, bukan operator yang berdiri di luar NAFS. Dengan rumusan ini, hubungan antaristilah tidak lagi dibangun sebagai controller–field architecture.
Halaman turunan yang juga perlu ditinjau: https://www.pantulancermin.com/9-perspektif-manusia-penciptaan-manusia/dari-apa-manusia-diciptakan/material-pembentuk-manusia
Halaman: https://www.pantulancermin.com/9-perspektif-manusia-penciptaan-manusia
Rumusan yang dipakai secara konsisten dalam tulisan ini adalah: “NAFS = SELF/DIRI; pada manusia, NAFS adalah personal-ruhaniah self yang memiliki capability, configuration, action-history, formation dan accountability.” INSĀN diposisikan sebagai “human subject pada operational/agentive resolution.” QS 50:16 dan 75:14 tidak dijadikan bukti operator–field duality, melainkan dibaca sebagai reflexive relation pada human subject/self.
Dengan koreksi tersebut, kerangka besar Pantulan Cermin tetap dapat dipertahankan, tetapi kategorisasinya berubah secara mendasar: NAFS bukan field yang dioperasikan manusia, melainkan DIRI personal yang memiliki capability, KASB, formation, trajectory dan accountability.
Berikut ini adalah seluruh ayat Al-Qur’an yang teridentifikasi digunakan sebagai rujukan, kontrol, evidence, atau pembanding selama rangkaian kajian NAFS.
SURAH AL-BAQARAH (2)
QS Al-Baqarah 2:9
يُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ ﴿٩﴾
Terjemahan: Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
QS Al-Baqarah 2:28
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِٱللَّهِ وَكُنتُمْ أَمْوَٰتًا فَأَحْيَـٰكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ﴿٢٨﴾
Terjemahan: Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?
QS Al-Baqarah 2:44
أَتَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ ٱلْكِتَـٰبَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ ﴿٤٤﴾
Terjemahan: Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?
QS Al-Baqarah 2:48
وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًا لَّا تَجْزِى نَفْسٌ عَن نَّفْسٍ شَيْـًٔا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَـٰعَةٌ وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ ﴿٤٨﴾
Terjemahan: Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.
QS Al-Baqarah 2:72
وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَٱدَّٰرَْٰٔتُمْ فِيهَا ۖ وَٱللَّهُ مُخْرِجٌ مَّا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ ﴿٧٢﴾
Terjemahan: Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.
QS Al-Baqarah 2:84
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَـٰقَكُمْ لَا تَسْفِكُونَ دِمَآءَكُمْ وَلَا تُخْرِجُونَ أَنفُسَكُم مِّن دِيَـٰرِكُمْ ثُمَّ أَقْرَرْتُمْ وَأَنتُمْ تَشْهَدُونَ ﴿٨٤﴾
Terjemahan: Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.
QS Al-Baqarah 2:85
ثُمَّ أَنتُمْ هَـٰٓؤُلَآءِ تَقْتُلُونَ أَنفُسَكُمْ وَتُخْرِجُونَ فَرِيقًا مِّنكُم مِّن دِيَـٰرِهِمْ تَظَـٰهَرُونَ عَلَيْهِم بِٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ وَإِن يَأْتُوكُمْ أُسَـٰرَىٰ تُفَـٰدُوهُمْ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ إِخْرَاجُهُمْ ۚ أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ ٱلْكِتَـٰبِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَآءُ مَن يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنكُمْ إِلَّا خِزْىٌ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰٓ أَشَدِّ ٱلْعَذَابِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ ﴿٨٥﴾
Terjemahan: Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.
QS Al-Baqarah 2:87
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ وَقَفَّيْنَا مِنۢ بَعْدِهِۦ بِٱلرُّسُلِ ۖ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱلْبَيِّنَـٰتِ وَأَيَّدْنَـٰهُ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ ۗ أَفَكُلَّمَا جَآءَكُمْ رَسُولٌۢ بِمَا لَا تَهْوَىٰٓ أَنفُسُكُمُ ٱسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ ﴿٨٧﴾
Terjemahan: Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?
QS Al-Baqarah 2:97
قُلْ مَن كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيلَ فَإِنَّهُۥ نَزَّلَهُۥ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ ٱللَّهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ ﴿٩٧﴾
Terjemahan: Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.
QS Al-Baqarah 2:102
وَٱتَّبَعُوا۟ مَا تَتْلُوا۟ ٱلشَّيَـٰطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَـٰنَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَـٰنُ وَلَـٰكِنَّ ٱلشَّيَـٰطِينَ كَفَرُوا۟ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحْرَ وَمَآ أُنزِلَ عَلَى ٱلْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَـٰرُوتَ وَمَـٰرُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَزَوْجِهِۦ ۚ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِۦ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا۟ لَمَنِ ٱشْتَرَىٰهُ مَا لَهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنْ خَلَـٰقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا۟ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ ﴿١٠٢﴾
Terjemahan: Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
QS Al-Baqarah 2:110
وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ﴿١١٠﴾
Terjemahan: Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
QS Al-Baqarah 2:129
رَبَّنَا وَٱبْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ ﴿١٢٩﴾
Terjemahan: Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
QS Al-Baqarah 2:130
وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَٰهِـۧمَ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفْسَهُۥ ۚ وَلَقَدِ ٱصْطَفَيْنَـٰهُ فِى ٱلدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ ﴿١٣٠﴾
Terjemahan: Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.
QS Al-Baqarah 2:151
كَمَآ أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِّنكُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْكُمْ ءَايَـٰتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُم مَّا لَمْ تَكُونُوا۟ تَعْلَمُونَ ﴿١٥١﴾
Terjemahan: Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
QS Al-Baqarah 2:155
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ ﴿١٥٥﴾
Terjemahan: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
QS Al-Baqarah 2:207
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْرِى نَفْسَهُ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ رَءُوفٌۢ بِٱلْعِبَادِ ﴿٢٠٧﴾
Terjemahan: Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.
QS Al-Baqarah 2:225
لَّا يُؤَاخِذُكُمُ ٱللَّهُ بِٱللَّغْوِ فِىٓ أَيْمَـٰنِكُمْ وَلَـٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ ﴿٢٢٥﴾
Terjemahan: Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
QS Al-Baqarah 2:232
وَإِذَا طَلَّقْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا تَعْضُلُوهُنَّ أَن يَنكِحْنَ أَزْوَٰجَهُنَّ إِذَا تَرَٰضَوْا۟ بَيْنَهُم بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ ذَٰلِكَ يُوعَظُ بِهِۦ مَن كَانَ مِنكُمْ يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۗ ذَٰلِكُمْ أَزْكَىٰ لَكُمْ وَأَطْهَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ ﴿٢٣٢﴾
Terjemahan: Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis masa iddahnya, maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma'ruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
QS Al-Baqarah 2:233
وَٱلْوَٰلِدَٰتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَـٰدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ ٱلرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى ٱلْمَوْلُودِ لَهُۥ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَآرَّ وَٰلِدَةٌۢ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَّهُۥ بِوَلَدِهِۦ ۚ وَعَلَى ٱلْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوٓا۟ أَوْلَـٰدَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآ ءَاتَيْتُم بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ﴿٢٣٣﴾
Terjemahan: Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
QS Al-Baqarah 2:235
وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُم بِهِۦ مِنْ خِطْبَةِ ٱلنِّسَآءِ أَوْ أَكْنَنتُمْ فِىٓ أَنفُسِكُمْ ۚ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ سَتَذْكُرُونَهُنَّ وَلَـٰكِن لَّا تُوَاعِدُوهُنَّ سِرًّا إِلَّآ أَن تَقُولُوا۟ قَوْلًا مَّعْرُوفًا ۚ وَلَا تَعْزِمُوا۟ عُقْدَةَ ٱلنِّكَاحِ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْكِتَـٰبُ أَجَلَهُۥ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ فَٱحْذَرُوهُ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ ﴿٢٣٥﴾
Terjemahan: Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma'ruf. Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis 'iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
QS Al-Baqarah 2:253
تِلْكَ ٱلرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۘ مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ ٱللَّهُ ۖ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَـٰتٍ ۚ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱلْبَيِّنَـٰتِ وَأَيَّدْنَـٰهُ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ ۗ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا ٱقْتَتَلَ ٱلَّذِينَ مِنۢ بَعْدِهِم مِّنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَـٰتُ وَلَـٰكِنِ ٱخْتَلَفُوا۟ فَمِنْهُم مَّنْ ءَامَنَ وَمِنْهُم مَّن كَفَرَ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا ٱقْتَتَلُوا۟ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ ﴿٢٥٣﴾
Terjemahan: Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.
QS Al-Baqarah 2:260
وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِـۧمُ رَبِّ أَرِنِى كَيْفَ تُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِن ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَـٰكِن لِّيَطْمَئِنَّ قَلْبِى ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِّنَ ٱلطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ ٱجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ٱدْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَٱعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ﴿٢٦٠﴾
Terjemahan: Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati". Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu?" Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS Al-Baqarah 2:265
وَمَثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمُ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍۭ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَـَٔاتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِن لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ﴿٢٦٥﴾
Terjemahan: Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.
QS Al-Baqarah 2:267
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِن طَيِّبَـٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا۟ ٱلْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِـَٔاخِذِيهِ إِلَّآ أَن تُغْمِضُوا۟ فِيهِ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ ﴿٢٦٧﴾
Terjemahan: Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
QS Al-Baqarah 2:272
لَّيْسَ عَلَيْكَ هُدَىٰهُمْ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُونَ إِلَّا ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ ٱللَّهِ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ ﴿٢٧٢﴾
Terjemahan: Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).
QS Al-Baqarah 2:281
وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ ﴿٢٨١﴾
Terjemahan: Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).
QS Al-Baqarah 2:284
لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِن تُبْدُوا۟ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ ٱللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ ﴿٢٨٤﴾
Terjemahan: Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
QS Al-Baqarah 2:286
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَـٰفِرِينَ ﴿٢٨٦﴾
Terjemahan: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
SURAH ALI IMRAN (3)
QS Ali Imran 3:14
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَـٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَـٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ ﴿١٤﴾
Terjemahan: Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
QS Ali Imran 3:28
لَّا يَتَّخِذِ ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلْكَـٰفِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ ٱللَّهِ فِى شَىْءٍ إِلَّآ أَن تَتَّقُوا۟ مِنْهُمْ تُقَىٰةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفْسَهُۥ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ ﴿٢٨﴾
Terjemahan: Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).
QS Ali Imran 3:29
قُلْ إِن تُخْفُوا۟ مَا فِى صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ ٱللَّهُ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ ﴿٢٩﴾
Terjemahan: Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
QS Ali Imran 3:30
يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًا وَمَا عَمِلَتْ مِن سُوٓءٍ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُۥٓ أَمَدًۢا بَعِيدًا ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفْسَهُۥ ۗ وَٱللَّهُ رَءُوفٌۢ بِٱلْعِبَادِ ﴿٣٠﴾
Terjemahan: Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
QS Ali Imran 3:117
مَثَلُ مَا يُنفِقُونَ فِى هَـٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيحٍ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ ٱللَّهُ وَلَـٰكِنْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ ﴿١١٧﴾
Terjemahan: Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
QS Ali Imran 3:135
وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا۟ فَـٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ فَٱسْتَغْفَرُوا۟ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلُوا۟ وَهُمْ يَعْلَمُونَ ﴿١٣٥﴾
Terjemahan: Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
QS Ali Imran 3:145
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ كِتَـٰبًا مُّؤَجَّلًا ۗ وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ ٱلدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ ٱلْءَاخِرَةِ نُؤْتِهِۦ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِى ٱلشَّـٰكِرِينَ ﴿١٤٥﴾
Terjemahan: Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
QS Ali Imran 3:154
ثُمَّ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّنۢ بَعْدِ ٱلْغَمِّ أَمَنَةً نُّعَاسًا يَغْشَىٰ طَآئِفَةً مِّنكُمْ ۖ وَطَآئِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ ظَنَّ ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ ۖ يَقُولُونَ هَل لَّنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ مِن شَىْءٍ ۗ قُلْ إِنَّ ٱلْأَمْرَ كُلَّهُۥ لِلَّهِ ۗ يُخْفُونَ فِىٓ أَنفُسِهِم مَّا لَا يُبْدُونَ لَكَ ۖ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ شَىْءٌ مَّا قُتِلْنَا هَـٰهُنَا ۗ قُل لَّوْ كُنتُمْ فِى بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ ٱلَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ وَلِيَبْتَلِىَ ٱللَّهُ مَا فِى صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِى قُلُوبِكُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ﴿١٥٤﴾
Terjemahan: Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?". Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini". Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.
QS Ali Imran 3:155
إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَلَّوْا۟ مِنكُمْ يَوْمَ ٱلْتَقَى ٱلْجَمْعَانِ إِنَّمَا ٱسْتَزَلَّهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوا۟ ۖ وَلَقَدْ عَفَا ٱللَّهُ عَنْهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ ﴿١٥٥﴾
Terjemahan: Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh syaitan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
QS Ali Imran 3:159
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ ﴿١٥٩﴾
Terjemahan: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
QS Ali Imran 3:164
لَقَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ ﴿١٦٤﴾
Terjemahan: Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
QS Ali Imran 3:169
وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ ﴿١٦٩﴾
Terjemahan: Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.
QS Ali Imran 3:170
فَرِحِينَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِٱلَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا۟ بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿١٧٠﴾
Terjemahan: Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
QS Ali Imran 3:185
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿١٨٥﴾
Terjemahan: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
QS Ali Imran 3:186
لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ ﴿١٨٦﴾
Terjemahan: Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.
SURAH AN-NISA (4)
QS An-Nisa 4:1
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ﴿١﴾
Terjemahan: Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
QS An-Nisa 4:6
وَٱبْتَلُوا۟ ٱلْيَتَـٰمَىٰ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغُوا۟ ٱلنِّكَاحَ فَإِنْ ءَانَسْتُم مِّنْهُمْ رُشْدًا فَٱدْفَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ أَمْوَٰلَهُمْ ۖ وَلَا تَأْكُلُوهَآ إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَن يَكْبَرُوا۟ ۚ وَمَن كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ ۖ وَمَن كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَٰلَهُمْ فَأَشْهِدُوا۟ عَلَيْهِمْ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبًا ﴿٦﴾
Terjemahan: Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).
QS An-Nisa 4:7
لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ ۚ نَصِيبًا مَّفْرُوضًا ﴿٧﴾
Terjemahan: Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.
QS An-Nisa 4:27
وَٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلشَّهَوَٰتِ أَن تَمِيلُوا۟ مَيْلًا عَظِيمًا ﴿٢٧﴾
Terjemahan: Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).
QS An-Nisa 4:29
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَـٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَـٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا ﴿٢٩﴾
Terjemahan: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
QS An-Nisa 4:43
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقْرَبُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنتُمْ سُكَـٰرَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا۟ مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِى سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَـٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا ﴿٤٣﴾
Terjemahan: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
QS An-Nisa 4:49
أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنفُسَهُم ۚ بَلِ ٱللَّهُ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا ﴿٤٩﴾
Terjemahan: Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih?. Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikitpun.
QS An-Nisa 4:56
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَـٰهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا ﴿٥٦﴾
Terjemahan: Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS An-Nisa 4:64
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ جَآءُوكَ فَٱسْتَغْفَرُوا۟ ٱللَّهَ وَٱسْتَغْفَرَ لَهُمُ ٱلرَّسُولُ لَوَجَدُوا۟ ٱللَّهَ تَوَّابًا رَّحِيمًا ﴿٦٤﴾
Terjemahan: Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
QS An-Nisa 4:83
وَإِذَا جَآءَهُمْ أَمْرٌ مِّنَ ٱلْأَمْنِ أَوِ ٱلْخَوْفِ أَذَاعُوا۟ بِهِۦ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى ٱلرَّسُولِ وَإِلَىٰٓ أُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ ٱلَّذِينَ يَسْتَنۢبِطُونَهُۥ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ لَٱتَّبَعْتُمُ ٱلشَّيْطَـٰنَ إِلَّا قَلِيلًا ﴿٨٣﴾
Terjemahan: Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).
QS An-Nisa 4:95
لَّا يَسْتَوِى ٱلْقَـٰعِدُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُو۟لِى ٱلضَّرَرِ وَٱلْمُجَـٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلْمُجَـٰهِدِينَ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى ٱلْقَـٰعِدِينَ دَرَجَةً ۚ وَكُلًّا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلْمُجَـٰهِدِينَ عَلَى ٱلْقَـٰعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا ﴿٩٥﴾
Terjemahan: Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,
QS An-Nisa 4:111
وَمَن يَكْسِبْ إِثْمًا فَإِنَّمَا يَكْسِبُهُۥ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا ﴿١١١﴾
Terjemahan: Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
QS An-Nisa 4:128
وَإِنِ ٱمْرَأَةٌ خَافَتْ مِنۢ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ أَن يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَٱلصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَأُحْضِرَتِ ٱلْأَنفُسُ ٱلشُّحَّ ۚ وَإِن تُحْسِنُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا ﴿١٢٨﴾
Terjemahan: Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
QS An-Nisa 4:171
يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ لَا تَغْلُوا۟ فِى دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْحَقَّ ۚ إِنَّمَا ٱلْمَسِيحُ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ ٱللَّهِ وَكَلِمَتُهُۥٓ أَلْقَىٰهَآ إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِّنْهُ ۖ فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ ۖ وَلَا تَقُولُوا۟ ثَلَـٰثَةٌ ۚ ٱنتَهُوا۟ خَيْرًا لَّكُمْ ۚ إِنَّمَا ٱللَّهُ إِلَـٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ سُبْحَـٰنَهُۥٓ أَن يَكُونَ لَهُۥ وَلَدٌ ۘ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا ﴿١٧١﴾
Terjemahan: Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.
SURAH AL-MAIDAH (5)
QS Al-Maidah 5:27
وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱبْنَىْ ءَادَمَ بِٱلْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ ٱلْءَاخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلْمُتَّقِينَ ﴿٢٧﴾
Terjemahan: Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa".
QS Al-Maidah 5:28
لَئِنۢ بَسَطتَ إِلَىَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِى مَآ أَنَا۠ بِبَاسِطٍ يَدِىَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ ٱللَّهَ رَبَّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿٢٨﴾
Terjemahan: “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam".
QS Al-Maidah 5:29
إِنِّىٓ أُرِيدُ أَن تَبُوٓأَ بِإِثْمِى وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَـٰبِ ٱلنَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَٰٓؤُا۟ ٱلظَّـٰلِمِينَ ﴿٢٩﴾
Terjemahan: “Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim".
QS Al-Maidah 5:30
فَطَوَّعَتْ لَهُۥ نَفْسُهُۥ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُۥ فَأَصْبَحَ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ ﴿٣٠﴾
Terjemahan: Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.
QS Al-Maidah 5:31
فَبَعَثَ ٱللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِى ٱلْأَرْضِ لِيُرِيَهُۥ كَيْفَ يُوَٰرِى سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَـٰوَيْلَتَىٰٓ أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَـٰذَا ٱلْغُرَابِ فَأُوَٰرِىَ سَوْءَةَ أَخِى ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ ٱلنَّـٰدِمِينَ ﴿٣١﴾
Terjemahan: Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.
QS Al-Maidah 5:32
مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِى ٱلْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِٱلْبَيِّنَـٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم بَعْدَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ ﴿٣٢﴾
Terjemahan: Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.
QS Al-Maidah 5:70
لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَـٰقَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ وَأَرْسَلْنَآ إِلَيْهِمْ رُسُلًا ۖ كُلَّمَا جَآءَهُمْ رَسُولٌۢ بِمَا لَا تَهْوَىٰٓ أَنفُسُهُمْ فَرِيقًا كَذَّبُوا۟ وَفَرِيقًا يَقْتُلُونَ ﴿٧٠﴾
Terjemahan: Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.
QS Al-Maidah 5:110
إِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَـٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱذْكُرْ نِعْمَتِى عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَٰلِدَتِكَ إِذْ أَيَّدتُّكَ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ تُكَلِّمُ ٱلنَّاسَ فِى ٱلْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ ٱلطِّينِ كَهَيْـَٔةِ ٱلطَّيْرِ بِإِذْنِى فَتَنفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًۢا بِإِذْنِى ۖ وَتُبْرِئُ ٱلْأَكْمَهَ وَٱلْأَبْرَصَ بِإِذْنِى ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ ٱلْمَوْتَىٰ بِإِذْنِى ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ عَنكَ إِذْ جِئْتَهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْهُمْ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ ﴿١١٠﴾
Terjemahan: (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata".
QS Al-Maidah 5:116
وَإِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَـٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ءَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ ٱتَّخِذُونِى وَأُمِّىَ إِلَـٰهَيْنِ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَـٰنَكَ مَا يَكُونُ لِىٓ أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِى بِحَقٍّ ۚ إِن كُنتُ قُلْتُهُۥ فَقَدْ عَلِمْتَهُۥ ۚ تَعْلَمُ مَا فِى نَفْسِى وَلَآ أَعْلَمُ مَا فِى نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّـٰمُ ٱلْغُيُوبِ ﴿١١٦﴾
Terjemahan: Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib".
SURAH AL-ANAM (6)
QS Al-Anam 6:12
قُل لِّمَن مَّا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ قُل لِّلَّهِ ۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿١٢﴾
Terjemahan: Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi". Katakanlah: “Kepunyaan Allah". Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman.
QS Al-Anam 6:20
ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ يَعْرِفُونَهُۥ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَآءَهُمُ ۘ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿٢٠﴾
Terjemahan: Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah).
QS Al-Anam 6:54
وَإِذَا جَآءَكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِـَٔايَـٰتِنَا فَقُلْ سَلَـٰمٌ عَلَيْكُمْ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُۥ مَنْ عَمِلَ مِنكُمْ سُوٓءًۢا بِجَهَـٰلَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنۢ بَعْدِهِۦ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُۥ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٥٤﴾
Terjemahan: Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: “Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS Al-Anam 6:60
وَهُوَ ٱلَّذِى يَتَوَفَّىٰكُم بِٱلَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِٱلنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰٓ أَجَلٌ مُّسَمًّى ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٦٠﴾
Terjemahan: Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.
QS Al-Anam 6:98
وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَمُسْتَوْدَعٌ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْءَايَـٰتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُونَ ﴿٩٨﴾
Terjemahan: Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui.
QS Al-Anam 6:104
قَدْ جَآءَكُم بَصَآئِرُ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَنْ أَبْصَرَ فَلِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَنْ عَمِىَ فَعَلَيْهَا ۚ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيْكُم بِحَفِيظٍ ﴿١٠٤﴾
Terjemahan: Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).
QS Al-Anam 6:112
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّا شَيَـٰطِينَ ٱلْإِنسِ وَٱلْجِنِّ يُوحِى بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ ٱلْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ ﴿١١٢﴾
Terjemahan: Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
QS Al-Anam 6:113
وَلِتَصْغَىٰٓ إِلَيْهِ أَفْـِٔدَةُ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا۟ مَا هُم مُّقْتَرِفُونَ ﴿١١٣﴾
Terjemahan: Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (syaitan) kerjakan.
QS Al-Anam 6:130
يَـٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ءَايَـٰتِى وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَـٰذَا ۚ قَالُوا۟ شَهِدْنَا عَلَىٰٓ أَنفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا وَشَهِدُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا۟ كَـٰفِرِينَ ﴿١٣٠﴾
Terjemahan: Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: “Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.
QS Al-Anam 6:131
ذَٰلِكَ أَن لَّمْ يَكُن رَّبُّكَ مُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا غَـٰفِلُونَ ﴿١٣١﴾
Terjemahan: Yang demikian itu adalah karena Tuhanmu tidaklah membinasakan kota-kota secara aniaya, sedang penduduknya dalam keadaan lengah.
QS Al-Anam 6:152
وَلَا تَقْرَبُوا۟ مَالَ ٱلْيَتِيمِ إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُۥ ۖ وَأَوْفُوا۟ ٱلْكَيْلَ وَٱلْمِيزَانَ بِٱلْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَإِذَا قُلْتُمْ فَٱعْدِلُوا۟ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ وَبِعَهْدِ ٱللَّهِ أَوْفُوا۟ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴿١٥٢﴾
Terjemahan: Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.
QS Al-Anam 6:164
قُلْ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْغِى رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَىْءٍ ۚ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ ﴿١٦٤﴾
Terjemahan: Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan".
SURAH AL-ARAF (7)
QS Al-Araf 7:20
فَوَسْوَسَ لَهُمَا ٱلشَّيْطَـٰنُ لِيُبْدِىَ لَهُمَا مَا وُۥرِىَ عَنْهُمَا مِن سَوْءَٰتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَىٰكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَـٰذِهِ ٱلشَّجَرَةِ إِلَّآ أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ ٱلْخَـٰلِدِينَ ﴿٢٠﴾
Terjemahan: Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)".
QS Al-Araf 7:42
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ ﴿٤٢﴾
Terjemahan: dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
QS Al-Araf 7:189
هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّىٰهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِۦ ۖ فَلَمَّآ أَثْقَلَت دَّعَوَا ٱللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ ءَاتَيْتَنَا صَـٰلِحًا لَّنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ ﴿١٨٩﴾
Terjemahan: Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur".
QS Al-Araf 7:201
إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ إِذَا مَسَّهُمْ طَـٰٓئِفٌ مِّنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ تَذَكَّرُوا۟ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ ﴿٢٠١﴾
Terjemahan: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.
QS Al-Araf 7:205
وَٱذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ ٱلْجَهْرِ مِنَ ٱلْقَوْلِ بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْغَـٰفِلِينَ ﴿٢٠٥﴾
Terjemahan: Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.
SURAH AL-ANFAL (8)
QS Al-Anfal 8:25
وَٱتَّقُوا۟ فِتْنَةً لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنكُمْ خَآصَّةً ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ ﴿٢٥﴾
Terjemahan: Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.
QS Al-Anfal 8:53
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿٥٣﴾
Terjemahan: (Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
QS Al-Anfal 8:72
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَوا۟ وَّنَصَرُوٓا۟ أُو۟لَـٰٓئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يُهَاجِرُوا۟ مَا لَكُم مِّن وَلَـٰيَتِهِم مِّن شَىْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا۟ ۚ وَإِنِ ٱسْتَنصَرُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ فَعَلَيْكُمُ ٱلنَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَـٰقٌ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ﴿٧٢﴾
Terjemahan: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
SURAH AT-TAUBAH (9)
QS At-Taubah 9:20
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ ﴿٢٠﴾
Terjemahan: orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.
QS At-Taubah 9:36
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَـٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَـٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَـٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ ﴿٣٦﴾
Terjemahan: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
QS At-Taubah 9:41
ٱنفِرُوا۟ خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَـٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٤١﴾
Terjemahan: Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
QS At-Taubah 9:44
لَا يَسْتَـْٔذِنُكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ أَن يُجَـٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلْمُتَّقِينَ ﴿٤٤﴾
Terjemahan: Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.
QS At-Taubah 9:81
فَرِحَ ٱلْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَـٰفَ رَسُولِ ٱللَّهِ وَكَرِهُوٓا۟ أَن يُجَـٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَقَالُوا۟ لَا تَنفِرُوا۟ فِى ٱلْحَرِّ ۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا ۚ لَّوْ كَانُوا۟ يَفْقَهُونَ ﴿٨١﴾
Terjemahan: Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah: “Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)" jika mereka mengetahui.
QS At-Taubah 9:88
لَـٰكِنِ ٱلرَّسُولُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ جَـٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْخَيْرَٰتُ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ ﴿٨٨﴾
Terjemahan: Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
QS At-Taubah 9:103
خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿١٠٣﴾
Terjemahan: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
QS At-Taubah 9:111
إِنَّ ٱللَّهَ ٱشْتَرَىٰ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَٰلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلْجَنَّةَ ۚ يُقَـٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ وَٱلْقُرْءَانِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِۦ مِنَ ٱللَّهِ ۚ فَٱسْتَبْشِرُوا۟ بِبَيْعِكُمُ ٱلَّذِى بَايَعْتُم بِهِۦ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ ﴿١١١﴾
Terjemahan: Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.
QS At-Taubah 9:128
لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ ﴿١٢٨﴾
Terjemahan: Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
SURAH YUNUS (10)
QS Yunus 10:7
إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا وَرَضُوا۟ بِٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَٱطْمَأَنُّوا۟ بِهَا وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنْ ءَايَـٰتِنَا غَـٰفِلُونَ ﴿٧﴾
Terjemahan: Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,
QS Yunus 10:57
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ﴿٥٧﴾
Terjemahan: Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
SURAH HUD (11)
QS Hud 11:21
أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ ﴿٢١﴾
Terjemahan: Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.
QS Hud 11:101
وَمَا ظَلَمْنَـٰهُمْ وَلَـٰكِن ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ۖ فَمَآ أَغْنَتْ عَنْهُمْ ءَالِهَتُهُمُ ٱلَّتِى يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ لَّمَّا جَآءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍ ﴿١٠١﴾
Terjemahan: Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.
SURAH YUSUF (12)
QS Yusuf 12:18
وَجَآءُو عَلَىٰ قَمِيصِهِۦ بِدَمٍ كَذِبٍ ۚ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ وَٱللَّهُ ٱلْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ ﴿١٨﴾
Terjemahan: Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya'qub berkata: “Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan".
QS Yusuf 12:23
وَرَٰوَدَتْهُ ٱلَّتِى هُوَ فِى بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِۦ وَغَلَّقَتِ ٱلْأَبْوَٰبَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ رَبِّىٓ أَحْسَنَ مَثْوَاىَ ۖ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ ﴿٢٣﴾
Terjemahan: Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini". Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik". Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.
QS Yusuf 12:26
قَالَ هِىَ رَٰوَدَتْنِى عَن نَّفْسِى ۚ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّنْ أَهْلِهَآ إِن كَانَ قَمِيصُهُۥ قُدَّ مِن قُبُلٍ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ ﴿٢٦﴾
Terjemahan: Yusuf berkata: “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)", dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: “Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.
QS Yusuf 12:53
وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ ٱلنَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٥٣﴾
Terjemahan: Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.
QS Yusuf 12:77
قَالُوٓا۟ إِن يَسْرِقْ فَقَدْ سَرَقَ أَخٌ لَّهُۥ مِن قَبْلُ ۚ فَأَسَرَّهَا يُوسُفُ فِى نَفْسِهِۦ وَلَمْ يُبْدِهَا لَهُمْ ۚ قَالَ أَنتُمْ شَرٌّ مَّكَانًا ۖ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا تَصِفُونَ ﴿٧٧﴾
Terjemahan: Mereka berkata: “Jika ia mencuri, maka sesungguhnya, telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum itu". Maka Yusuf menyembunyikan kejengkelan itu pada dirinya dan tidak menampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya): “Kamu lebih buruk kedudukanmu (sifat-sifatmu) dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan itu".
QS Yusuf 12:83
قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَأْتِيَنِى بِهِمْ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ ﴿٨٣﴾
Terjemahan: Ya'qub berkata: “Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".
SURAH AR-RAD (13)
QS Ar-Rad 13:11
لَهُۥ مُعَقِّبَـٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ ﴿١١﴾
Terjemahan: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
QS Ar-Rad 13:28
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ ﴿٢٨﴾
Terjemahan: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
QS Ar-Rad 13:42
وَقَدْ مَكَرَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلِلَّهِ ٱلْمَكْرُ جَمِيعًا ۖ يَعْلَمُ مَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ ۗ وَسَيَعْلَمُ ٱلْكُفَّـٰرُ لِمَنْ عُقْبَى ٱلدَّارِ ﴿٤٢﴾
Terjemahan: Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu.
SURAH IBRAHIM (14)
QS Ibrahim 14:22
وَقَالَ ٱلشَّيْطَـٰنُ لَمَّا قُضِىَ ٱلْأَمْرُ إِنَّ ٱللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ ٱلْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِىَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَـٰنٍ إِلَّآ أَن دَعَوْتُكُمْ فَٱسْتَجَبْتُمْ لِى ۖ فَلَا تَلُومُونِى وَلُومُوٓا۟ أَنفُسَكُم ۖ مَّآ أَنَا۠ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَآ أَنتُم بِمُصْرِخِىَّ ۖ إِنِّى كَفَرْتُ بِمَآ أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ ۗ إِنَّ ٱلظَّـٰلِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿٢٢﴾
Terjemahan: Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
QS Ibrahim 14:51
لِيَجْزِىَ ٱللَّهُ كُلَّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ ﴿٥١﴾
Terjemahan: agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.
SURAH AL-HIJR (15)
QS Al-Hijr 15:29
فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُوا۟ لَهُۥ سَـٰجِدِينَ ﴿٢٩﴾
Terjemahan: Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.
QS Al-Hijr 15:42
إِنَّ عِبَادِى لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَـٰنٌ إِلَّا مَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْغَاوِينَ ﴿٤٢﴾
Terjemahan: Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.
SURAH AN-NAHL (16)
QS An-Nahl 16:2
يُنَزِّلُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ بِٱلرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ أَنْ أَنذِرُوٓا۟ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱتَّقُونِ ﴿٢﴾
Terjemahan: Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku".
QS An-Nahl 16:33
هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّآ أَن تَأْتِيَهُمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ أَوْ يَأْتِىَ أَمْرُ رَبِّكَ ۚ كَذَٰلِكَ فَعَلَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ ٱللَّهُ وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ ﴿٣٣﴾
Terjemahan: Tidak ada yang ditunggu-tunggu orang kafir selain dari datangnya para malaikat kepada mereka atau datangnya perintah Tuhanmu. Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka. Dan Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang selalu menganiaya diri mereka sendiri,
QS An-Nahl 16:59
يَتَوَٰرَىٰ مِنَ ٱلْقَوْمِ مِن سُوٓءِ مَا بُشِّرَ بِهِۦٓ ۚ أَيُمْسِكُهُۥ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُۥ فِى ٱلتُّرَابِ ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ ﴿٥٩﴾
Terjemahan: Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.
QS An-Nahl 16:72
وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَٰجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَـٰتِ ۚ أَفَبِٱلْبَـٰطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ ٱللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ ﴿٧٢﴾
Terjemahan: Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?"
QS An-Nahl 16:99
إِنَّهُۥ لَيْسَ لَهُۥ سُلْطَـٰنٌ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ﴿٩٩﴾
Terjemahan: Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.
QS An-Nahl 16:100
إِنَّمَا سُلْطَـٰنُهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُۥ وَٱلَّذِينَ هُم بِهِۦ مُشْرِكُونَ ﴿١٠٠﴾
Terjemahan: Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.
QS An-Nahl 16:102
قُلْ نَزَّلَهُۥ رُوحُ ٱلْقُدُسِ مِن رَّبِّكَ بِٱلْحَقِّ لِيُثَبِّتَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ ﴿١٠٢﴾
Terjemahan: Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
QS An-Nahl 16:106
مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ إِيمَـٰنِهِۦٓ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُۥ مُطْمَئِنٌّۢ بِٱلْإِيمَـٰنِ وَلَـٰكِن مَّن شَرَحَ بِٱلْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ ﴿١٠٦﴾
Terjemahan: Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.
QS An-Nahl 16:111
يَوْمَ تَأْتِى كُلُّ نَفْسٍ تُجَـٰدِلُ عَن نَّفْسِهَا وَتُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ ﴿١١١﴾
Terjemahan: (Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan).
QS An-Nahl 16:112
وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ ءَامِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ بِمَا كَانُوا۟ يَصْنَعُونَ ﴿١١٢﴾
Terjemahan: Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.
SURAH AL-ISRA (17)
QS Al-Isra 17:13
وَكُلَّ إِنسَـٰنٍ أَلْزَمْنَـٰهُ طَـٰٓئِرَهُۥ فِى عُنُقِهِۦ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ كِتَـٰبًا يَلْقَىٰهُ مَنشُورًا ﴿١٣﴾
Terjemahan: Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.
QS Al-Isra 17:14
ٱقْرَأْ كِتَـٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ ٱلْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا ﴿١٤﴾
Terjemahan: “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu".
QS Al-Isra 17:15
مَّنِ ٱهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِى لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا ﴿١٥﴾
Terjemahan: Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
QS Al-Isra 17:25
رَّبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِى نُفُوسِكُمْ ۚ إِن تَكُونُوا۟ صَـٰلِحِينَ فَإِنَّهُۥ كَانَ لِلْأَوَّٰبِينَ غَفُورًا ﴿٢٥﴾
Terjemahan: Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat.
QS Al-Isra 17:36
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَـٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا ﴿٣٦﴾
Terjemahan: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
QS Al-Isra 17:49
وَقَالُوٓا۟ أَءِذَا كُنَّا عِظَـٰمًا وَرُفَـٰتًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا ﴿٤٩﴾
Terjemahan: Dan mereka berkata: “Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?"
QS Al-Isra 17:51
أَوْ خَلْقًا مِّمَّا يَكْبُرُ فِى صُدُورِكُمْ ۚ فَسَيَقُولُونَ مَن يُعِيدُنَا ۖ قُلِ ٱلَّذِى فَطَرَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ فَسَيُنْغِضُونَ إِلَيْكَ رُءُوسَهُمْ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هُوَ ۖ قُلْ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَرِيبًا ﴿٥١﴾
Terjemahan: atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu". Maka mereka akan bertanya: “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?" Katakanlah: “Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama". Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: “Kapan itu (akan terjadi)?" Katakanlah: “Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat",
QS Al-Isra 17:85
وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا ﴿٨٥﴾
Terjemahan: Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".
QS Al-Isra 17:91
أَوْ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٌ مِّن نَّخِيلٍ وَعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ ٱلْأَنْهَـٰرَ خِلَـٰلَهَا تَفْجِيرًا ﴿٩١﴾
Terjemahan: atau kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya,
SURAH AL-KAHF (18)
QS Al-Kahf 18:49
وَوُضِعَ ٱلْكِتَـٰبُ فَتَرَى ٱلْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَـٰوَيْلَتَنَا مَالِ هَـٰذَا ٱلْكِتَـٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحْصَىٰهَا ۚ وَوَجَدُوا۟ مَا عَمِلُوا۟ حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا ﴿٤٩﴾
Terjemahan: Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun".
QS Al-Kahf 18:74
فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَا لَقِيَا غُلَـٰمًا فَقَتَلَهُۥ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةًۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ لَّقَدْ جِئْتَ شَيْـًٔا نُّكْرًا ﴿٧٤﴾
Terjemahan: Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: “Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar".
QS Al-Kahf 18:110
قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَـٰلِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا ﴿١١٠﴾
Terjemahan: Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".
SURAH MARYAM (19)
QS Maryam 19:17
فَٱتَّخَذَتْ مِن دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَآ إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا ﴿١٧﴾
Terjemahan: maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.
QS Maryam 19:59
فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلشَّهَوَٰتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا ﴿٥٩﴾
Terjemahan: Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,
SURAH TAHA (20)
QS Taha 20:15
إِنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا تَسْعَىٰ ﴿١٥﴾
Terjemahan: Segungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.
QS Taha 20:40
إِذْ تَمْشِىٓ أُخْتُكَ فَتَقُولُ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ مَن يَكْفُلُهُۥ ۖ فَرَجَعْنَـٰكَ إِلَىٰٓ أُمِّكَ كَىْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ ۚ وَقَتَلْتَ نَفْسًا فَنَجَّيْنَـٰكَ مِنَ ٱلْغَمِّ وَفَتَنَّـٰكَ فُتُونًا ۚ فَلَبِثْتَ سِنِينَ فِىٓ أَهْلِ مَدْيَنَ ثُمَّ جِئْتَ عَلَىٰ قَدَرٍ يَـٰمُوسَىٰ ﴿٤٠﴾
Terjemahan: (yaitu) ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Fir'aun): “Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan; maka kamu tinggal beberapa tahun diantara penduduk Madyan, kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan hai Musa,
QS Taha 20:41
وَٱصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِى ﴿٤١﴾
Terjemahan: dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku.
QS Taha 20:67
فَأَوْجَسَ فِى نَفْسِهِۦ خِيفَةً مُّوسَىٰ ﴿٦٧﴾
Terjemahan: Maka Musa merasa takut dalam hatinya.
QS Taha 20:96
قَالَ بَصُرْتُ بِمَا لَمْ يَبْصُرُوا۟ بِهِۦ فَقَبَضْتُ قَبْضَةً مِّنْ أَثَرِ ٱلرَّسُولِ فَنَبَذْتُهَا وَكَذَٰلِكَ سَوَّلَتْ لِى نَفْسِى ﴿٩٦﴾
Terjemahan: Samiri menjawab: “Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari jejak rasul lalu aku melemparkannya, dan demikianlah nafsuku membujukku".
QS Taha 20:120
فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ ٱلشَّيْطَـٰنُ قَالَ يَـٰٓـَٔادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ ﴿١٢٠﴾
Terjemahan: Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?"
SURAH AL-ANBIYA (21)
QS Al-Anbiya 21:35
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ ﴿٣٥﴾
Terjemahan: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
QS Al-Anbiya 21:64
فَرَجَعُوٓا۟ إِلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ فَقَالُوٓا۟ إِنَّكُمْ أَنتُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ ﴿٦٤﴾
Terjemahan: Maka mereka telah kembali kepada kesadaran dan lalu berkata: “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)",
QS Al-Anbiya 21:91
وَٱلَّتِىٓ أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا وَجَعَلْنَـٰهَا وَٱبْنَهَآ ءَايَةً لِّلْعَـٰلَمِينَ ﴿٩١﴾
Terjemahan: Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.
QS Al-Anbiya 21:102
لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَا ۖ وَهُمْ فِى مَا ٱشْتَهَتْ أَنفُسُهُمْ خَـٰلِدُونَ ﴿١٠٢﴾
Terjemahan: mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka, dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka.
SURAH AL-HAJJ (22)
QS Al-Hajj 22:5
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّنَ ٱلْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَـٰكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِى ٱلْأَرْحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوٓا۟ أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرْذَلِ ٱلْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔا ۚ وَتَرَى ٱلْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَآ أَنزَلْنَا عَلَيْهَا ٱلْمَآءَ ٱهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنۢبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍۭ بَهِيجٍ ﴿٥﴾
Terjemahan: Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
QS Al-Hajj 22:46
أَفَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَآ أَوْ ءَاذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى ٱلْأَبْصَـٰرُ وَلَـٰكِن تَعْمَى ٱلْقُلُوبُ ٱلَّتِى فِى ٱلصُّدُورِ ﴿٤٦﴾
Terjemahan: maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.
SURAH AL-MUMINUN (23)
QS Al-Muminun 23:12
وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ مِن سُلَـٰلَةٍ مِّن طِينٍ ﴿١٢﴾
Terjemahan: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
QS Al-Muminun 23:13
ثُمَّ جَعَلْنَـٰهُ نُطْفَةً فِى قَرَارٍ مَّكِينٍ ﴿١٣﴾
Terjemahan: Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
QS Al-Muminun 23:14
ثُمَّ خَلَقْنَا ٱلنُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا ٱلْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا ٱلْمُضْغَةَ عِظَـٰمًا فَكَسَوْنَا ٱلْعِظَـٰمَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَـٰهُ خَلْقًا ءَاخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحْسَنُ ٱلْخَـٰلِقِينَ ﴿١٤﴾
Terjemahan: Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
QS Al-Muminun 23:62
وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَلَدَيْنَا كِتَـٰبٌ يَنطِقُ بِٱلْحَقِّ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ ﴿٦٢﴾
Terjemahan: Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.
QS Al-Muminun 23:99
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ ﴿٩٩﴾
Terjemahan: (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),
QS Al-Muminun 23:100
لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَـٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿١٠٠﴾
Terjemahan: agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.
QS Al-Muminun 23:103
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فِى جَهَنَّمَ خَـٰلِدُونَ ﴿١٠٣﴾
Terjemahan: Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.
SURAH AN-NUR (24)
QS An-Nur 24:12
لَّوْلَآ إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتُ بِأَنفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا۟ هَـٰذَآ إِفْكٌ مُّبِينٌ ﴿١٢﴾
Terjemahan: Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata".
QS An-Nur 24:21
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ فَإِنَّهُۥ يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿٢١﴾
Terjemahan: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
QS An-Nur 24:33
وَلْيَسْتَعْفِفِ ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغْنِيَهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱلَّذِينَ يَبْتَغُونَ ٱلْكِتَـٰبَ مِمَّا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُمْ فَكَاتِبُوهُمْ إِنْ عَلِمْتُمْ فِيهِمْ خَيْرًا ۖ وَءَاتُوهُم مِّن مَّالِ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ ءَاتَىٰكُمْ ۚ وَلَا تُكْرِهُوا۟ فَتَيَـٰتِكُمْ عَلَى ٱلْبِغَآءِ إِنْ أَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّتَبْتَغُوا۟ عَرَضَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَمَن يُكْرِههُّنَّ فَإِنَّ ٱللَّهَ مِنۢ بَعْدِ إِكْرَٰهِهِنَّ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٣٣﴾
Terjemahan: Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.
QS An-Nur 24:58
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِيَسْتَـْٔذِنكُمُ ٱلَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُمْ وَٱلَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا۟ ٱلْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَـٰثَ مَرَّٰتٍ ۚ مِّن قَبْلِ صَلَوٰةِ ٱلْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ ٱلظَّهِيرَةِ وَمِنۢ بَعْدِ صَلَوٰةِ ٱلْعِشَآءِ ۚ ثَلَـٰثُ عَوْرَٰتٍ لَّكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌۢ بَعْدَهُنَّ ۚ طَوَّٰفُونَ عَلَيْكُم بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَـٰتِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ ﴿٥٨﴾
Terjemahan: Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
QS An-Nur 24:59
وَإِذَا بَلَغَ ٱلْأَطْفَـٰلُ مِنكُمُ ٱلْحُلُمَ فَلْيَسْتَـْٔذِنُوا۟ كَمَا ٱسْتَـْٔذَنَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَـٰتِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ ﴿٥٩﴾
Terjemahan: Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
QS An-Nur 24:61
لَّيْسَ عَلَى ٱلْأَعْمَىٰ حَرَجٌ وَلَا عَلَى ٱلْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى ٱلْمَرِيضِ حَرَجٌ وَلَا عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ أَن تَأْكُلُوا۟ مِنۢ بُيُوتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ ءَابَآئِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أُمَّهَـٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ إِخْوَٰنِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخَوَٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَعْمَـٰمِكُمْ أَوْ بُيُوتِ عَمَّـٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخْوَٰلِكُمْ أَوْ بُيُوتِ خَـٰلَـٰتِكُمْ أَوْ مَا مَلَكْتُم مَّفَاتِحَهُۥٓ أَوْ صَدِيقِكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَأْكُلُوا۟ جَمِيعًا أَوْ أَشْتَاتًا ۚ فَإِذَا دَخَلْتُم بُيُوتًا فَسَلِّمُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ مُبَـٰرَكَةً طَيِّبَةً ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَـٰتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ ﴿٦١﴾
Terjemahan: Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) dirumah kamu sendiri atau dirumah bapak-bapakmu, dirumah ibu-ibumu, dirumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, dirumah saudara bapakmu yang laki-laki, dirumah saudara bapakmu yang perempuan, dirumah saudara ibumu yang laki-laki, dirumah saudara ibumu yang perempuan, dirumah yang kamu miliki kuncinya atau dirumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.
SURAH AL-FURQAN (25)
QS Al-Furqan 25:43
أَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَـٰهَهُۥ هَوَىٰهُ أَفَأَنتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا ﴿٤٣﴾
Terjemahan: Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?,
SURAH ASY-SYUARA (26)
QS Asy-Syuara 26:193
نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلْأَمِينُ ﴿١٩٣﴾
Terjemahan: dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),
QS Asy-Syuara 26:194
عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُنذِرِينَ ﴿١٩٤﴾
Terjemahan: ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,
SURAH AN-NAML (27)
QS An-Naml 27:14
وَجَحَدُوا۟ بِهَا وَٱسْتَيْقَنَتْهَآ أَنفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُفْسِدِينَ ﴿١٤﴾
Terjemahan: Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.
QS An-Naml 27:33
قَالُوا۟ نَحْنُ أُو۟لُوا۟ قُوَّةٍ وَأُو۟لُوا۟ بَأْسٍ شَدِيدٍ وَٱلْأَمْرُ إِلَيْكِ فَٱنظُرِى مَاذَا تَأْمُرِينَ ﴿٣٣﴾
Terjemahan: Mereka menjawab: “Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan".
SURAH AL-QASAS (28)
QS Al-Qasas 28:10
وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَـٰرِغًا ۖ إِن كَادَتْ لَتُبْدِى بِهِۦ لَوْلَآ أَن رَّبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ﴿١٠﴾
Terjemahan: Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah).
QS Al-Qasas 28:33
قَالَ رَبِّ إِنِّى قَتَلْتُ مِنْهُمْ نَفْسًا فَأَخَافُ أَن يَقْتُلُونِ ﴿٣٣﴾
Terjemahan: Musa berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku, telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.
QS Al-Qasas 28:50
فَإِن لَّمْ يَسْتَجِيبُوا۟ لَكَ فَٱعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَآءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ ٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ ﴿٥٠﴾
Terjemahan: Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
SURAH AL-ANKABUT (29)
QS Al-Ankabut 29:40
فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنۢبِهِۦ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُم مَّنْ أَخَذَتْهُ ٱلصَّيْحَةُ وَمِنْهُم مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ ٱلْأَرْضَ وَمِنْهُم مَّنْ أَغْرَقْنَا ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ ﴿٤٠﴾
Terjemahan: Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
QS Al-Ankabut 29:57
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ ﴿٥٧﴾
Terjemahan: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.
SURAH AR-RUM (30)
QS Ar-Rum 30:21
وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ﴿٢١﴾
Terjemahan: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
QS Ar-Rum 30:41
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ ﴿٤١﴾
Terjemahan: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
SURAH LUQMAN (31)
QS Luqman 31:28
مَّا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا كَنَفْسٍ وَٰحِدَةٍ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ ﴿٢٨﴾
Terjemahan: Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
QS Luqman 31:34
إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ ﴿٣٤﴾
Terjemahan: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
SURAH AS-SAJDAH (32)
QS As-Sajdah 32:9
ثُمَّ سَوَّىٰهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِۦ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَـٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ ﴿٩﴾
Terjemahan: Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.
QS As-Sajdah 32:17
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّآ أُخْفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ﴿١٧﴾
Terjemahan: Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.
SURAH AL-AHZAB (33)
QS Al-Ahzab 33:37
وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذِىٓ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَٱتَّقِ ٱللَّهَ وَتُخْفِى فِى نَفْسِكَ مَا ٱللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى ٱلنَّاسَ وَٱللَّهُ أَحَقُّ أَن تَخْشَىٰهُ ۖ فَلَمَّا قَضَىٰ زَيْدٌ مِّنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَـٰكَهَا لِكَىْ لَا يَكُونَ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌ فِىٓ أَزْوَٰجِ أَدْعِيَآئِهِمْ إِذَا قَضَوْا۟ مِنْهُنَّ وَطَرًا ۚ وَكَانَ أَمْرُ ٱللَّهِ مَفْعُولًا ﴿٣٧﴾
Terjemahan: Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.
QS Al-Ahzab 33:50
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِنَّآ أَحْلَلْنَا لَكَ أَزْوَٰجَكَ ٱلَّـٰتِىٓ ءَاتَيْتَ أُجُورَهُنَّ وَمَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ مِمَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَيْكَ وَبَنَاتِ عَمِّكَ وَبَنَاتِ عَمَّـٰتِكَ وَبَنَاتِ خَالِكَ وَبَنَاتِ خَـٰلَـٰتِكَ ٱلَّـٰتِى هَاجَرْنَ مَعَكَ وَٱمْرَأَةً مُّؤْمِنَةً إِن وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِىِّ إِنْ أَرَادَ ٱلنَّبِىُّ أَن يَسْتَنكِحَهَا خَالِصَةً لَّكَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۗ قَدْ عَلِمْنَا مَا فَرَضْنَا عَلَيْهِمْ فِىٓ أَزْوَٰجِهِمْ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُهُمْ لِكَيْلَا يَكُونَ عَلَيْكَ حَرَجٌ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا ﴿٥٠﴾
Terjemahan: Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS Al-Ahzab 33:67
وَقَالُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّآ أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا فَأَضَلُّونَا ٱلسَّبِيلَا۠ ﴿٦٧﴾
Terjemahan: Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).
SURAH SABA (34)
QS Saba 34:21
وَمَا كَانَ لَهُۥ عَلَيْهِم مِّن سُلْطَـٰنٍ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يُؤْمِنُ بِٱلْءَاخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِى شَكٍّ ۗ وَرَبُّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَفِيظٌ ﴿٢١﴾
Terjemahan: Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.
SURAH FATIR (35)
QS Fatir 35:18
وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ وَإِن تَدْعُ مُثْقَلَةٌ إِلَىٰ حِمْلِهَا لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَىْءٌ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰٓ ۗ إِنَّمَا تُنذِرُ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِٱلْغَيْبِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ وَمَن تَزَكَّىٰ فَإِنَّمَا يَتَزَكَّىٰ لِنَفْسِهِۦ ۚ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ ﴿١٨﴾
Terjemahan: Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan sembahyang. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembali(mu).
SURAH YASIN (36)
QS Yasin 36:54
فَٱلْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٥٤﴾
Terjemahan: Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.
QS Yasin 36:65
ٱلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰٓ أَفْوَٰهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ ﴿٦٥﴾
Terjemahan: Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
QS Yasin 36:78
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِىَ خَلْقَهُۥ ۖ قَالَ مَن يُحْىِ ٱلْعِظَـٰمَ وَهِىَ رَمِيمٌ ﴿٧٨﴾
Terjemahan: Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"
QS Yasin 36:79
قُلْ يُحْيِيهَا ٱلَّذِىٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ ﴿٧٩﴾
Terjemahan: Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.
SURAH SAD (38)
QS Sad 38:26
يَـٰدَاوُۥدُ إِنَّا جَعَلْنَـٰكَ خَلِيفَةً فِى ٱلْأَرْضِ فَٱحْكُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِٱلْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌۢ بِمَا نَسُوا۟ يَوْمَ ٱلْحِسَابِ ﴿٢٦﴾
Terjemahan: Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.
QS Sad 38:28
أَمْ نَجْعَلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ كَٱلْمُفْسِدِينَ فِى ٱلْأَرْضِ أَمْ نَجْعَلُ ٱلْمُتَّقِينَ كَٱلْفُجَّارِ ﴿٢٨﴾
Terjemahan: Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?
QS Sad 38:72
فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُوا۟ لَهُۥ سَـٰجِدِينَ ﴿٧٢﴾
Terjemahan: Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya".
SURAH AZ-ZUMAR (39)
QS Az-Zumar 39:6
خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلْأَنْعَـٰمِ ثَمَـٰنِيَةَ أَزْوَٰجٍ ۚ يَخْلُقُكُمْ فِى بُطُونِ أُمَّهَـٰتِكُمْ خَلْقًا مِّنۢ بَعْدِ خَلْقٍ فِى ظُلُمَـٰتٍ ثَلَـٰثٍ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ ٱلْمُلْكُ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ ﴿٦﴾
Terjemahan: Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?
QS Az-Zumar 39:15
فَٱعْبُدُوا۟ مَا شِئْتُم مِّن دُونِهِۦ ۗ قُلْ إِنَّ ٱلْخَـٰسِرِينَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْخُسْرَانُ ٱلْمُبِينُ ﴿١٥﴾
Terjemahan: Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat". Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
QS Az-Zumar 39:22
أَفَمَن شَرَحَ ٱللَّهُ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَـٰمِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ فَوَيْلٌ لِّلْقَـٰسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ ﴿٢٢﴾
Terjemahan: Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
QS Az-Zumar 39:42
ٱللَّهُ يَتَوَفَّى ٱلْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَٱلَّتِى لَمْ تَمُتْ فِى مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ ٱلَّتِى قَضَىٰ عَلَيْهَا ٱلْمَوْتَ وَيُرْسِلُ ٱلْأُخْرَىٰٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ﴿٤٢﴾
Terjemahan: Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.
SURAH GHAFIR (40)
QS Ghafir 40:11
قَالُوا۟ رَبَّنَآ أَمَتَّنَا ٱثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا ٱثْنَتَيْنِ فَٱعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَىٰ خُرُوجٍ مِّن سَبِيلٍ ﴿١١﴾
Terjemahan: Mereka menjawab: “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?"
QS Ghafir 40:15
رَفِيعُ ٱلدَّرَجَـٰتِ ذُو ٱلْعَرْشِ يُلْقِى ٱلرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ لِيُنذِرَ يَوْمَ ٱلتَّلَاقِ ﴿١٥﴾
Terjemahan: (Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat).
QS Ghafir 40:17
ٱلْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ ۚ لَا ظُلْمَ ٱلْيَوْمَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ ﴿١٧﴾
Terjemahan: Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.
QS Ghafir 40:67
هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوٓا۟ أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا۟ شُيُوخًا ۚ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ مِن قَبْلُ ۖ وَلِتَبْلُغُوٓا۟ أَجَلًا مُّسَمًّى وَلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ ﴿٦٧﴾
Terjemahan: Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).
SURAH FUSSILAT (41)
QS Fussilat 41:20
حَتَّىٰٓ إِذَا مَا جَآءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَـٰرُهُمْ وَجُلُودُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ﴿٢٠﴾
Terjemahan: Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan.
QS Fussilat 41:21
وَقَالُوا۟ لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدتُّمْ عَلَيْنَا ۖ قَالُوٓا۟ أَنطَقَنَا ٱللَّهُ ٱلَّذِىٓ أَنطَقَ كُلَّ شَىْءٍ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ﴿٢١﴾
Terjemahan: Dan mereka berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dialah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan".
QS Fussilat 41:31
نَحْنُ أَوْلِيَآؤُكُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِىٓ أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ ﴿٣١﴾
Terjemahan: Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.
SURAH ASY-SYURA (42)
QS Asy-Syura 42:11
فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا وَمِنَ ٱلْأَنْعَـٰمِ أَزْوَٰجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ ﴿١١﴾
Terjemahan: (Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.
QS Asy-Syura 42:45
وَتَرَىٰهُمْ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا خَـٰشِعِينَ مِنَ ٱلذُّلِّ يَنظُرُونَ مِن طَرْفٍ خَفِىٍّ ۗ وَقَالَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ ٱلْخَـٰسِرِينَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ أَلَآ إِنَّ ٱلظَّـٰلِمِينَ فِى عَذَابٍ مُّقِيمٍ ﴿٤٥﴾
Terjemahan: Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata: “Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang zalim itu berada dalam azab yang kekal.
QS Asy-Syura 42:52
وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنتَ تَدْرِى مَا ٱلْكِتَـٰبُ وَلَا ٱلْإِيمَـٰنُ وَلَـٰكِن جَعَلْنَـٰهُ نُورًا نَّهْدِى بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿٥٢﴾
Terjemahan: Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
SURAH AZ-ZUKHRUF (43)
QS Az-Zukhruf 43:71
يُطَافُ عَلَيْهِم بِصِحَافٍ مِّن ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ ۖ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ ٱلْأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلْأَعْيُنُ ۖ وَأَنتُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ ﴿٧١﴾
Terjemahan: Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya".
SURAH AL-JASIYAH (45)
QS Al-Jasiyah 45:23
أَفَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَـٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِۦ وَقَلْبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَـٰوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِنۢ بَعْدِ ٱللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿٢٣﴾
Terjemahan: Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
SURAH MUHAMMAD (47)
QS Muhammad 47:25
إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱرْتَدُّوا۟ عَلَىٰٓ أَدْبَـٰرِهِم مِّنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلْهُدَى ۙ ٱلشَّيْطَـٰنُ سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَىٰ لَهُمْ ﴿٢٥﴾
Terjemahan: Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.
SURAH AL-HUJURAT (49)
QS Al-Hujurat 49:11
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَـٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَـٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ ﴿١١﴾
Terjemahan: Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
QS Al-Hujurat 49:15
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّـٰدِقُونَ ﴿١٥﴾
Terjemahan: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.
SURAH QAF (50)
QS Qaf 50:16
وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِۦ نَفْسُهُۥ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ ٱلْوَرِيدِ ﴿١٦﴾
Terjemahan: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,
QS Qaf 50:22
لَّقَدْ كُنتَ فِى غَفْلَةٍ مِّنْ هَـٰذَا فَكَشَفْنَا عَنكَ غِطَآءَكَ فَبَصَرُكَ ٱلْيَوْمَ حَدِيدٌ ﴿٢٢﴾
Terjemahan: Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.
SURAH AN-NAJM (53)
QS An-Najm 53:3
وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ ﴿٣﴾
Terjemahan: dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.
QS An-Najm 53:11
مَا كَذَبَ ٱلْفُؤَادُ مَا رَأَىٰٓ ﴿١١﴾
Terjemahan: Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.
QS An-Najm 53:23
إِنْ هِىَ إِلَّآ أَسْمَآءٌ سَمَّيْتُمُوهَآ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلْطَـٰنٍ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَمَا تَهْوَى ٱلْأَنفُسُ ۖ وَلَقَدْ جَآءَهُم مِّن رَّبِّهِمُ ٱلْهُدَىٰٓ ﴿٢٣﴾
Terjemahan: Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengadakannya; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.
QS An-Najm 53:39
وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَـٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿٣٩﴾
Terjemahan: dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,
SURAH AL-HADID (57)
QS Al-Hadid 57:7
ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَأَنفِقُوا۟ مِمَّا جَعَلَكُم مُّسْتَخْلَفِينَ فِيهِ ۖ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَأَنفَقُوا۟ لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ ﴿٧﴾
Terjemahan: Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.
SURAH AL-MUJADILAH (58)
QS Al-Mujadilah 58:6
يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوٓا۟ ۚ أَحْصَىٰهُ ٱللَّهُ وَنَسُوهُ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ ﴿٦﴾
Terjemahan: Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
QS Al-Mujadilah 58:8
أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ نُهُوا۟ عَنِ ٱلنَّجْوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُوا۟ عَنْهُ وَيَتَنَـٰجَوْنَ بِٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ وَمَعْصِيَتِ ٱلرَّسُولِ وَإِذَا جَآءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ ٱللَّهُ وَيَقُولُونَ فِىٓ أَنفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا ٱللَّهُ بِمَا نَقُولُ ۚ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا ۖ فَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ ﴿٨﴾
Terjemahan: Apakah tidak kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri: “Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?" Cukuplah bagi mereka Jahannam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.
QS Al-Mujadilah 58:22
لَّا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ يُوَآدُّونَ مَنْ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوْ كَانُوٓا۟ ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَٰنَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ كَتَبَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْإِيمَـٰنَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ حِزْبُ ٱللَّهِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ ﴿٢٢﴾
Terjemahan: Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.
SURAH AL-HASYR (59)
QS Al-Hasyr 59:9
وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَـٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ ﴿٩﴾
Terjemahan: Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung
QS Al-Hasyr 59:19
وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ ﴿١٩﴾
Terjemahan: Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.
SURAH AS-SAFF (61)
QS As-Saff 61:10
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَـٰرَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ﴿١٠﴾
Terjemahan: Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?
QS As-Saff 61:11
تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُجَـٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿١١﴾
Terjemahan: (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
SURAH AL-JUMUAH (62)
QS Al-Jumuah 62:2
هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّـۧنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ ﴿٢﴾
Terjemahan: Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,
SURAH AT-TAGABUN (64)
QS At-Tagabun 64:16
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ مَا ٱسْتَطَعْتُمْ وَٱسْمَعُوا۟ وَأَطِيعُوا۟ وَأَنفِقُوا۟ خَيْرًا لِّأَنفُسِكُمْ ۗ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ ﴿١٦﴾
Terjemahan: Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
SURAH AT-TALAQ (65)
QS At-Talaq 65:7
لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِۦ ۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُۥ فَلْيُنفِقْ مِمَّآ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَآ ءَاتَىٰهَا ۚ سَيَجْعَلُ ٱللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا ﴿٧﴾
Terjemahan: Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.
SURAH AT-TAHRIM (66)
QS At-Tahrim 66:6
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَـٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ﴿٦﴾
Terjemahan: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
QS At-Tahrim 66:12
وَمَرْيَمَ ٱبْنَتَ عِمْرَٰنَ ٱلَّتِىٓ أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِن رُّوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَـٰتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِۦ وَكَانَتْ مِنَ ٱلْقَـٰنِتِينَ ﴿١٢﴾
Terjemahan: dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.
SURAH AL-MAARIJ (70)
QS Al-Maarij 70:4
تَعْرُجُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ ﴿٤﴾
Terjemahan: Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.
SURAH AL-MUDDASSIR (74)
QS Al-Muddassir 74:38
كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ ﴿٣٨﴾
Terjemahan: Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,
SURAH AL-QIYAMAH (75)
QS Al-Qiyamah 75:1
لَآ أُقْسِمُ بِيَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ ﴿١﴾
Terjemahan: Aku bersumpah demi hari kiamat,
QS Al-Qiyamah 75:2
وَلَآ أُقْسِمُ بِٱلنَّفْسِ ٱللَّوَّامَةِ ﴿٢﴾
Terjemahan: dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).
QS Al-Qiyamah 75:3
أَيَحْسَبُ ٱلْإِنسَـٰنُ أَلَّن نَّجْمَعَ عِظَامَهُۥ ﴿٣﴾
Terjemahan: Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?
QS Al-Qiyamah 75:4
بَلَىٰ قَـٰدِرِينَ عَلَىٰٓ أَن نُّسَوِّىَ بَنَانَهُۥ ﴿٤﴾
Terjemahan: Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.
QS Al-Qiyamah 75:5
بَلْ يُرِيدُ ٱلْإِنسَـٰنُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُۥ ﴿٥﴾
Terjemahan: Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.
QS Al-Qiyamah 75:13
يُنَبَّؤُا۟ ٱلْإِنسَـٰنُ يَوْمَئِذٍۭ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ ﴿١٣﴾
Terjemahan: Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.
QS Al-Qiyamah 75:14
بَلِ ٱلْإِنسَـٰنُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ بَصِيرَةٌ ﴿١٤﴾
Terjemahan: Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri,
QS Al-Qiyamah 75:15
وَلَوْ أَلْقَىٰ مَعَاذِيرَهُۥ ﴿١٥﴾
Terjemahan: meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.
SURAH AN-NABA (78)
QS An-Naba 78:38
يَوْمَ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ صَفًّا ۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَقَالَ صَوَابًا ﴿٣٨﴾
Terjemahan: Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.
SURAH AN-NAZIAT (79)
QS An-Naziat 79:40
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفْسَ عَنِ ٱلْهَوَىٰ ﴿٤٠﴾
Terjemahan: Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,
SURAH AT-TAKWIR (81)
QS At-Takwir 81:7
وَإِذَا ٱلنُّفُوسُ زُوِّجَتْ ﴿٧﴾
Terjemahan: dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)
QS At-Takwir 81:14
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّآ أَحْضَرَتْ ﴿١٤﴾
Terjemahan: maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.
QS At-Takwir 81:18
وَٱلصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ ﴿١٨﴾
Terjemahan: dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,
SURAH AL-INFITAR (82)
QS Al-Infitar 82:5
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ ﴿٥﴾
Terjemahan: maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.
QS Al-Infitar 82:14
وَإِنَّ ٱلْفُجَّارَ لَفِى جَحِيمٍ ﴿١٤﴾
Terjemahan: dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.
SURAH AL-MUTAFFIFIN (83)
QS Al-Mutaffifin 83:7
كَلَّآ إِنَّ كِتَـٰبَ ٱلْفُجَّارِ لَفِى سِجِّينٍ ﴿٧﴾
Terjemahan: Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin.
QS Al-Mutaffifin 83:14
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ ﴿١٤﴾
Terjemahan: Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.
QS Al-Mutaffifin 83:26
خِتَـٰمُهُۥ مِسْكٌ ۚ وَفِى ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ ٱلْمُتَنَـٰفِسُونَ ﴿٢٦﴾
Terjemahan: laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.
SURAH AL-ALA (87)
QS Al-Ala 87:14
قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿١٤﴾
Terjemahan: Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),
SURAH AL-FAJR (89)
QS Al-Fajr 89:27
يَـٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفْسُ ٱلْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧﴾
Terjemahan: Hai jiwa yang tenang.
QS Al-Fajr 89:28
ٱرْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾
Terjemahan: Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
QS Al-Fajr 89:29
فَٱدْخُلِى فِى عِبَـٰدِى ﴿٢٩﴾
Terjemahan: Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
QS Al-Fajr 89:30
وَٱدْخُلِى جَنَّتِى ﴿٣٠﴾
Terjemahan: masuklah ke dalam surga-Ku.
SURAH ASY-SYAMS (91)
QS Asy-Syams 91:1
وَٱلشَّمْسِ وَضُحَىٰهَا ﴿١﴾
Terjemahan: Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
QS Asy-Syams 91:2
وَٱلْقَمَرِ إِذَا تَلَىٰهَا ﴿٢﴾
Terjemahan: dan bulan apabila mengiringinya,
QS Asy-Syams 91:3
وَٱلنَّهَارِ إِذَا جَلَّىٰهَا ﴿٣﴾
Terjemahan: dan siang apabila menampakkannya,
QS Asy-Syams 91:4
وَٱلَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰهَا ﴿٤﴾
Terjemahan: dan malam apabila menutupinya,
QS Asy-Syams 91:5
وَٱلسَّمَآءِ وَمَا بَنَىٰهَا ﴿٥﴾
Terjemahan: dan langit serta pembinaannya,
QS Asy-Syams 91:6
وَٱلْأَرْضِ وَمَا طَحَىٰهَا ﴿٦﴾
Terjemahan: dan bumi serta penghamparannya,
QS Asy-Syams 91:7
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّىٰهَا ﴿٧﴾
Terjemahan: dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
QS Asy-Syams 91:8
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَىٰهَا ﴿٨﴾
Terjemahan: maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
QS Asy-Syams 91:9
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا ﴿٩﴾
Terjemahan: sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
QS Asy-Syams 91:10
وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا ﴿١٠﴾
Terjemahan: dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
SURAH AL-LAIL (92)
QS Al-Lail 92:18
ٱلَّذِى يُؤْتِى مَالَهُۥ يَتَزَكَّىٰ ﴿١٨﴾
Terjemahan: yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,
SURAH AL-QADR (97)
QS Al-Qadr 97:4
تَنَزَّلُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾
Terjemahan: Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
SURAH AN-NAS (114)
QS An-Nas 114:5
ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ ﴿٥﴾
Terjemahan: yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,