67 Pertanyaan untuk Memahami Sistem Resepsi Informasi Manusia
54 Functional Questions + 13 Afalā Diagnostic Questions
Cara sederhana membedakan 54 Entry Sistem Resepsi Informasi Manusia dan 13 Target Diagnostik Afalā Network
67 Pertanyaan untuk Memahami Sistem Resepsi Informasi Manusia
54 Functional Questions + 13 Afalā Diagnostic Questions
Cara sederhana membedakan 54 Entry Sistem Resepsi Informasi Manusia dan 13 Target Diagnostik Afalā Network
Kunci membaca dokumen ini
54 entry bertanya: “Apa yang harus terjadi agar manusia dapat membaca dengan baik?”
13 Afalā target bertanya: “Jika reference/evidence sebenarnya sudah tersedia, di titik mana fungsi manusia gagal bekerja?”
67 lensa pertanyaan: 54 pertanyaan arsitektural + 13 pertanyaan diagnostik Afalā. Seluruh pertanyaan dimaksudkan untuk memudahkan memahami masing masing diksi dari medan operasinya, dimana diksi diksi dibawah ini dalam memahaminya sering menggunakan pendekatan sinonim.
Contoh cara membacanya:
FIKR bertanya “apa yang perlu diolah, dibandingkan, diuji, atau dieksplorasi?”;
‘AQL bertanya “bagaimana unsur yang tersedia saling dihubungkan?”;
FAQH bertanya “apa meaning/significance-nya dalam context?”;
FURQĀN bertanya “apa yang harus dibedakan?”.
Pada 13 target families berikut, pertanyaannya berubah dari “fungsi ini melakukan apa?” menjadi “jika reference/evidence/object/contrast/proposition/consequence atau correct answer sebenarnya sudah tersedia, mengapa fungsi/state/response ini belum engaged secara memadai?”. Ini adalah selective diagnostic overlay, bukan peta lengkap seluruh 54 entry.
54 functional questions — bahasa manusia dari Master Architecture
Dari siapa? Di bawah authority siapa? Dalam perkara apa? Melalui mechanism apa? Apa reference dan evidence-nya? Apakah message sampai? Apakah masuk? Apakah diperhatikan? Apakah dikenali? Apa yang menjadi salient? Di mana semuanya bertemu? Reference apa yang harus tetap hadir? Apa yang perlu diproses? Bagaimana semuanya berhubungan? Apa meaning-nya dalam context? Apa yang harus dibedakan? Apa yang terbaca jika struktur diikuti lebih jauh? Seberapa kaya knowledge-nya? Seberapa dalam capability dikembangkan? Dengan orientation apa pembacaan dikendalikan? Apa governing reference-nya? Correspondence apa yang plausible? Bagaimana possibility tetap possibility sampai evidence cukup? Apakah reference benar-benar diterima? Ke mana bergerak? Apakah sungguh bergerak? Bagaimana response dikonfigurasi? Apa yang akhirnya ditentukan? Apa yang sungguh dilakukan? Value apa yang perlu direspons? Kapan harus kembali? Jejak apa yang muncul? Apa Realitas Barunya? Apa yang harus dibaca kembali? Manusia seperti apa yang sedang terbentuk? Apakah state masih fit? Apa yang perlu diperbaiki? Apakah kehidupan menjadi lebih terlindungi dan berkembang? Kepada siapa semua pencarian diarahkan? Dan menuju horizon perjumpaan dengan siapa seluruh perjalanan akhirnya dipertanggungjawabkan?
13 Afalā questions — bahasa diagnosis
Jika informasi/reference/evidence sudah tersedia, jangan langsung bertanya “apa lagi yang kurang?”. Tanyakan lebih dahulu: fungsi mana yang tidak engaged—reception, examination, recognition, reactivation, processing, integration, structured reading, knowledge-state, orientation, acceptance, value-response, atau corrective return?